Kamis, 15 November 2018

Sandiaga Uno Beli Gula Jawa Rp 100 Ribu, Pedagang: Kembali Pak?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, menyapa anak-anak saat berkunjung ke lokasi pengungsian korban gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 2 November 2018. Sandiaga juga menyempatkan berkunjung ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa dan tsunami. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, menyapa anak-anak saat berkunjung ke lokasi pengungsian korban gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 2 November 2018. Sandiaga juga menyempatkan berkunjung ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa dan tsunami. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Jakarta- Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Bersehati, Manado, Selasa, 6 November 2018. Di sana dia membeli gula jawa dan kemiri yang dijual pedagang yang berbeda. Dalam transaksinya, Sandiaga memberikan uang Rp 100 ribu.

    Baca juga: Sandiaga Uno Janji Revitalisasi Pasar di Depan Pedagang Manado

    Harga belanjaan Sandiaga diperkirakan tidak senilai Rp 100 ribu. Namun, dia enggan diberikan uang kembalian oleh pedagang. "Kembali pak?" tanya Novi, pedagang gula jawa, ke Sandiaga, Selasa, 6 November 2018.

    Merespons pertanyaan Novi, Sandiaga menggeleng. Dia menolak kembalian yang akan diberikan oleh Novi. Bukan hanya Novi, Sandiaga melakukan hal yang sama saat membeli kemiri. Pedagang yang bernama Hajjah, tersenyum mendapati Sandiaga yang tidak menerima kembalian.

    Selain berbelanja di pasar, Sandiaga berdialog dengan pedagang. Dia berjanji merevitalisasi pasar, jika terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang. Janji tersebut dia ucapkan saat menjumpai pedagang di Pasar Bersehati, Manado.

    "Harga stabil dan revitalisasi agar pasar nyaman, tidak becek dan enak didatangi. Insya Allah jika diizinkan menjadi pelayan masyarakat Indonesia," kata Sandiaga.

    Sandiaga mendengarkan keluh kesah pedagang di sana. Salah satu pedagang bernama Novi. Novi berharap, jika Sandiaga terpilih memimpin Indonesia bersama Prabowo Subianto, dapat membuat harga beras tidak naik turun seperti sekarang ini. “Saya berharap bapak bisa bikin beras tidak naik turun,” kata Novi.

    Pedagang lainnya, Dedi, meminta Sandiaga bisa membatasi jaringan supermarket yang bisa membunuh pasar. “Kalau bisa bapak kurangi supermarket-supermarket itu. Kami kalah bersaing dengan mereka. Saya berharap ini jadi perhatian Pak, juga akses ke pasar diperbaiki. Jangan seperti sekarang, membuat orang malas datang ke pasar karena pintu masuknya kecil.”

    Selain mendengarkan keluh kesah pedagang, Sandiaga melayani swafoto. Begitu dia datang ke pasar, dia langsung dikerumuni para pedagang dan pembeli dari permintaan swafoto, bersalaman atau sekadar melihat lebih dekat.

    Revitalisasi pasar merupakan salah satu dari tiga program yang menjadi fokus Kementerian Perdagangan pada 2018. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada 4 Januari 2018 mengatakan pemerintah menargetkan revitalisasi 5.000 pasar rakyat sepanjang tahun 2018.

    Baca berita lain Sandiaga Uno di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.