Kamis, 15 November 2018

Ma'ruf Amin Soal Stop Impor Pangan: Arah Kami Menuju ke Sana

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Data Tak Valid, BPK Soroti Impor Pangan

    Data Tak Valid, BPK Soroti Impor Pangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan, janji kampanye calon presiden penantang-nya untuk menyetop impor bahan pangan, sudah merupakan arah kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Itu kan kebijakan pemerintah," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui usai menggelar rapat di kantor pusat MUI, Jakarta pada Selasa, 6 November 2018.

    Baca: Sandiaga Sindir Pemerintah, Sebut Hasil Tani Melimpah Tapi Impo

    Namun, ujar Ma'ruf, dalam prosesnya, ada beberapa kebutuhan bahan pangan yang belum bisa terpenuhi, sehingga pemerintah harus melakukan impor untuk kepentingan nasional. Saat ini, ujar dia, pemerintah belum bisa sepenuhnya menyetop impor bahan pangan. "Untuk kebutuhan saat ini ya masih belum (bisa stop impor). Tapi kita menuju ke arah ke sana," ujar Ma'ruf Amin.

    Sebelumnya, pada acara Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di Gelanggang Olahraga Gor Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Ahad 4 November 2018, Prabowo Subianto mengatakan, tidak akan memberlakukan impor bila terpilih menjadi Presiden.

    “Saya bersaksi kalau saya menerima amanat bangsa Indonesia, saya akan membuat Indonesia berdiri di kaki sendiri. Kita tak perlu impor saudara-saudara, kita harus mampu swasembada pangan. Tidak perlu kirim Rp 3 miliar lebih untuk bayar bahan bakar,” kata Calon Presiden nomor urut 02 ini.

    Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Arya Sinulingga mengatakan, saat ini Indonesia belum bisa memenuhi semua komponen produksi sendiri. Arya mencontohkan dalam produksi motor, pasti ada impor. Pasti ada kerjasama dengan Thailand, atau Cina. Komponen itu menurut dia nanti akan disatukan di Indonesia.

    Singapura, kata Arya, tidak bisa mengekspor kelapa sawit. Pasti perlu impor kelapa sawit dari Indonesia. “Mengurangi impor oke, tapi menghilangkan impor tidak bisa,” kata di di Posko Cemara, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.