Selasa, 13 November 2018

Kabasarnas ke Keluarga Korban Lion Air: Kita Saling Mendoakan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban kecelakaan pesawat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada keluarga korban tentang lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Keluarga korban kecelakaan pesawat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada keluarga korban tentang lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Muhammad Syaugi menyempatkan berdialog dengan keluarga korban Lion Air dalam perjalanan menuju Tanjung Karawang, Selasa, 6 November 2018. Perjalanan ke lokasi pesawat jatuh dilakukan di atas KRI Banjarmasin-592 yang membawa keluarga korban.

    "Kami tetap berusaha mencari (korban Lion Air) sekuat tenaga. Insya Allah. Pasti akan ditemukan," kata Syaugi kepada salah satu keluarga korban.

    Syaugi menyampaikan dukanya dan memanjatkan doa agar penumpang Lion Air JT 610 yang menjadi korban diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan. Ia juga meminta keluarga korban untuk mendoakan tim pencarian dan pertolongan gabungan agar diberi kekuatan dalam melakukan pencarian korban.

    Beberapa keluarga korban yang sempat berdialog menyampaikan doa sebagaimana diminta Syaugi. "Amiin. Kita saling mendoakan," kata marsekal TNI berbintang tiga itu.

    Kepada keluarga korban Lion Air, Syaugi mengatakan tugas utama tim pencarian dan pertolongan adalah mengevakuasi korban, bukan yang lain. Bila dalam proses pencarian dan evakuasi tim menemukan hal-hal lain berkaitan dengan kecelakaan tersebut, maka juga akan diambil.

    "Sampai dengan kemarin, sudah ada 164 kantong jenazah yang ditemukan. Saya akan maksimalkan terus. Insya Allah hari ini akan ditemukan lagi," katanya.

    Tentang badan pesawat, Syaugi mengatakan selama ini tim pencarian dan pertolongan memang belum ditemukan. Pencarian telah dipersempit pada lingkar 250 meter karena di luar itu sudah tidak lagi ditemukan serpihan atau potongan badan pesawat. "Kalau memang ditemukan, pasti akan diambil," ujarnya.

    Operasi Pencarian Perjalanan menuju lokasi pesawat jatuh memakan waktu kurang lebih dua jam. Sekitar 10 menit sebelum sampai di lokasi, Syaugi menyampaikan sambutan dan menyampaikan tentang operasi pencarian.

    Menurut Syaugi, pencarian korban Lion Air telah diperpanjang hingga Rabu, 7 November 2018. "Akan kami evaluasi dan analisis apakah ada kemungkinan korban masih bisa ditemukan. Kalau masih ada kemungkinan, akan diperpanjang," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?