Rabu, 21 November 2018

Prabowo Sebut RI Tak Perlu Impor Pangan, Apa Kata JK?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba saat menghadiri pembukaan KTT  Asia-Europe Meeting (ASEM) Ke-12 di Brussels, Belgia, 18 Oktober 2018. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba saat menghadiri pembukaan KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) Ke-12 di Brussels, Belgia, 18 Oktober 2018. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan setiap negara pasti membuat kebijakan untuk impor. Dia menuturkan, tak ada negara yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Selain itu, dunia butuh perdagangan untuk menggerakkan ekonomi.

    Baca juga: Prabowo tentang Ekonomi Rakyat Pas-pasan, Ini Data Credit Suisse

    "Suatu negara tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri karena itu harus impor," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. "Tidak ada negara yang hanya ekspor melulu," ujarnya lagi.

    Pernyataan JK menanggapi janji politik calon Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerinda itu sebelumnya berjanji tak akan melakukan impor jika terpilih menjadi presiden. Menurut dia, impor menyusahkan rakyat.

    JK memperkirakan maksud Prabowo adalah impor bahan pangan. Menurut dia, pemerintah saat ini juga berupaya mengurangi impor, seperti beras dan jagung. Pemerintah berupaya dengan meningkatkan produktivitas lahan.

    Menurut JK, pengurangan impor dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tertentu. "Bahan pangan itu tergantung luas lahan, cuaca, peralatan, pupuk, dan macam-macam," ujarnya.

    Dia menuturkan, harga pangan juga jadi pertimbangan impor. Jika harga meningkat, pasokan otomatis menurun sehingga impor diperlukan.

    Pada acara Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di Gelanggang Olahraga Gor Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Ahad 4 November 2018, Prabowo Subianto mengatakan, tidak akan memberlakukan impor bila terpilih menjadi Presiden.

    “Saya bersaksi kalau saya menerima amanat bangsa Indonesia, saya akan membuat Indonesia berdiri di kaki sendiri. Kita tak perlu impor saudara-saudara, kita harus mampu swasembada pangan. Tidak perlu kirim Rp 3 miliar lebih untuk bayar bahan bakar,” kata Calon Presiden nomor urut 02 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.