Selasa, 20 November 2018

Indonesia Terima Penghargaan dari Lonely Planet, Menpar: Bangga

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menyaksikan matahari terbit pertama di tahun 2018 di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, 1 Januari 2018. Ratusan wisatawan dari dalam dan luar negeri sengaja datang ke candi peninggalan dinasti Syailendra tersebut untuk menikmati panorama matahari terbit sekaligus menyambut tahun baru 2018. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    Wisatawan menyaksikan matahari terbit pertama di tahun 2018 di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, 1 Januari 2018. Ratusan wisatawan dari dalam dan luar negeri sengaja datang ke candi peninggalan dinasti Syailendra tersebut untuk menikmati panorama matahari terbit sekaligus menyambut tahun baru 2018. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, London -Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima penghargaan dari Lonely Planet yang juga menyebutkan bahwa Indonesia masuk peringkat ketujuh dalam kategori Top 10 Countries Best in Travel. Penghargaan kepada Arief Yahya diserahkan Director Client Solution Lonely Planet, Ali Teeman, di Paviliun Indonesia dalam Pameran Pariwisata WTM London, 5-7 November 2018.

    BACA: Indonesia Masuk Top 10 Negara Layak Kunjung Versi Lonely Planet

    "Indonesia merupakan tujuan wisata yang sangat digemari pelancong di dunia," ujar Ali Teeman kepada Antara London, usai menyerahkan penghargaan Lonely Planet kepada Menteri Arief Yayah di paviliun Indonesia.

    Pengakuan dari buku panduan wisata dunia yang berkedudukan di Inggris kepada Indonesia sebagai 10 negara top dengan peringkat ketujuh yang direkomendasikan untuk dikunjungi tahun 2019.

    Arief Yahya mengatakan penghargaan ini menjadi pengakuan atas semakin melesatnya pariwisata Indonesia. "Menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi Indonesia masuk dalam jajaran terbaik di dunia untuk dikunjungi. Dampaknya bisa sangat baik untuk pariwisata Indonesia," ujarnya.

    BACA: Indonesia Masuk Top 10 Negara Layak Kunjung Versi Lonely Planet

    Referensi dari Lonely Planet sebagai panduan bagi wisatawan mancanegara merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Indonesia yang dalam pameran pariwisata terbesar kedua di dunia setelah ITB Berlin itu, mengusung kapal phinisi dengan Wonderful Indonesia.

    Perajin Rosvita (kiri) dan Goreti menenun kain asal Maumere di Paviliun Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin, 8 Okotber 2018. Paviliun Indonesia menampilkan pameran seni dan kerajinan, pameran infrastruktur, serta stan pariwisata Indonesia. ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun

    Paviliun Indonesia berada di depan hall khusus di bagian Asia menonjol di antara para peserta dari negara Asia, dengan menampilkan tim dari Ayoub Zyckra Dance Music Performance pimpinan Asra Sykra Ayoub, pojok kopi yang sangat digemari pengunjung dan juga spa oleh Armana Adiana dari Plataran serta musik anglung Lonely Planet adalah panduan perjalanan dan penerbit media digital terbesar di dunia.

    Perusahaan ini dimiliki oleh BBC Worldwide yang membeli 75 persen saham dari pendirinya, Maureen dan Tony Wheeler pada tahun 2007 dan 25 persen sisanya pada bulan Februari 2011.

    Dalam daftar 10 negara terbaik untuk dikunjungi tahun 2019 yang direkomendasikan Lonely Planet, diterbitkan dalam buku Best In Travel 2019 dengan, sampul Best in Travel 2019 bergambar Pura Ulun Danu, Bali.

    Beberapa alasan para ahli Lonely Planet memasukkan Indonesia ke daftar top 10, di antaranya, kekayaan alam dan budaya Indonesia, serta kekayaan membentang dari Sabang sampai Merauke. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, beragam budaya, kuliner, dan agama.

    "Semua membentang antarpulau, menawarkan segudang pengalaman," tulis Lonely Planet dalam bukunya.

    Penerbit panduan wisata kelas dunia itu menuliskan kondisi terakhir Indonesia yang beberapa bulan lalu terkena musibah gempa. Namun, tetap menyatakan Indonesia adalah negara yang aman untuk dikunjungi.

    "Gempa baru-baru ini terjadi di beberapa bagian Indonesia yang berada di lintasan Ring of Fire. Respons atas bencana alam dilakukan dengan baik. Negara ini tetap aman bagi para wisatawan," ujar Lonely Planet.

    Tidak hanya kondisi Indonesia yang disorot. Kebijakan Pemerintah Indonesia memberikan akses bebas visa kunjungan atau BVK untuk 169 negara di dunia, juga dipuji. "Akses bebas visa untuk 169 negara. Tidak pernah lebih mudah untuk berkunjung ke negara tropis ini," tulis Lonely Planet.

    Buku panduan tersebut mengajak semua orang untuk segera liburan ke Indonesia. "Pergilah sekarang ke Indonesia, sebelum semua rahasianya terekspose!" saran Lonely Planet.

    Dalam daftar 10 besar versi Lonely Planet itu, Sri Lanka menempati peringkat pertama diikuti Jerman dan Zimbabwe di posisi dua dan tiga sedangkan peringkat empat, lima dan enam berturut-turut diduduki Panama, Kyrgyzstan, dan Yordania. Indonesia berada di peringkat tujuh di atas Belarusia, Sao Tome and Principe, dan Belize yang dipilih diperingkat 8, 9, dan 10.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.