Mentan Sebut Impor Jagung Hanya untuk Kontrol Harga

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pabrik pengolahan kelapa di Kabupaten Tojo Una Una (Touna), Sulawesi Tengah, Selasa 24 Juli 2018. (dok Kementan)

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pabrik pengolahan kelapa di Kabupaten Tojo Una Una (Touna), Sulawesi Tengah, Selasa 24 Juli 2018. (dok Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan keberadaan impor jagung hanya untuk mengontrol harga agar stabil. Menurut dia, apabila harga jagung menurun, impor tak akan dilanjutkan.

    Simak: Prabowo Janji Stop Impor, BPS Ungkap Peluangnya

    “Ini baru rencana impor 50 ribu oleh Bulog. Itu pun pemerintah yang impor bukan dilepas. Kalau mungkin harga turun, enggak mungkin dikeluarin sebagai alat kontrol aja,” kata dia di Kementerian Pertanian, Selasa, 6 November 2018.

    Ia juga menegaskan angka impor jagung tersebut kecil dibandingkan produksi dalam negeri. Amran menuturkan, saat ini saja pemerintah mengekspor jagung sebanyak 370 ribu ton, sementara impor hanya sekitar 50 ribu ton.

    "Ekspor kurang impor 370 ribu ton dikurang 50 ribu ton berapa? 320 ribu. Berarti surplus kan," kata dia.

    Amran memaparkan keputusan impor untuk menurunkan harga jagung yang sudah mencapai Rp 5 ribu per kilogram. Menurutnya, angka tersebut juga memicu kenaikan pakan ternak dan menyulitkan para peternak.

    KARTIKA ANGGRAENI | HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.