Rabu, 21 November 2018

Tingkat Pengangguran Terbuka SMK Tinggi, Ini Kata Jokowi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau proyek pembangunan <i>mass rapid transit</i> (MRT) di kawasan Bundaran HI dan Senayan, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. MRT Jakarta ditargetkan beroperasi secara komersial alias siap mengangkut penumpang pada pertengahan Maret 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) di kawasan Bundaran HI dan Senayan, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. MRT Jakarta ditargetkan beroperasi secara komersial alias siap mengangkut penumpang pada pertengahan Maret 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku bersyukur dengan angka tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2018 yang menurun, meski angkanya masih di atasnya 5 persen.

    BACA: Agustus 2018, BPS Catat 7 Juta Orang Menganggur

    "Angka menurun, tapi jumlahnya masih di atas 5 persen, lebih sedikit persentase itu wajib kita syukuri," kata Jokowi di Depo MRT Jakarta, Lebak Bulus, Selasa, 6 November 2018.

    Tingkat pengangguran terbuka atau TPT pada Agustus 2018 turun ketimbang setahun lalu, menjadi 5,34 persen dari sebelumnya 5,5 persen. TPT adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap pasar.

    BACA: Jokowi Puji Yusril Ihza Mahendra sebagai Sosok Profesional

    Berdasarkan kawasannya, TPT terbuka di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di perdesaan. Pada Agustus 2018, TPT di wilayah perkotaan tercatat 6,45 persen, sementara di perdesaan 4,04 persen.

    Sementara, bila berdasarkan tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan tercatat paling tinggi dengan kontribusi 11,24 persen. Adapun TPT Sekolah Dasar ke bawah tercatat paling kecil di antara semua tingkat pendidikan dengan persentase, 2,43 persen.

    Tingginya TPT di tingkat SMK, Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah masih berkonsentrasi memperbaiki kualitas vocational training dan vocational school. Dengan begitu, sumber daya manusia Indonesia siap memasuki dunia kerja. Apalagi, kata Jokowi, Indonesia bekerja sama dengan sejumlah negara untuk memperbaiki kualitas sekolah vokasi.

    "Kerja sama kita dengan pemerintah Jerman terus berlanjut. Kemarin, misalnya, dari Siemen mau bantu kita di bidang vocational training ini," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.