Kamis, 15 November 2018

YLKI Buktikan Pengawasan Pemerintah ke Lion Air Lemah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban menangis saat serah terima jenazah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, 5 Oktober 2018. Tim Disaster Victim Indetification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 13 korban Lion Air JT 610, dengan tambahan tersebut total jenazah yang teridentifikasi sebanyak 27 orang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Keluarga korban menangis saat serah terima jenazah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, 5 Oktober 2018. Tim Disaster Victim Indetification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 13 korban Lion Air JT 610, dengan tambahan tersebut total jenazah yang teridentifikasi sebanyak 27 orang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah lebih tegas terhadap maskapai PT Lion Mentari Airlines pasca kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Ketua YLKI, Tulus Abadi, menyebut regulator kian kedodoran karena dominasi Lion Air dalam pasar penerbangan dalam negeri.

    Baca juga: Pencarian Black Box CVR Lion Air Terkendala Dasar Laut Berlumpur

    "Pengawasan ke mereka lemah, faktanya ada berbagai pelanggaran yang terjadi tapi tak ada perubahan jelas," ucap Tulus kepada Tempo, Senin 5 November 2018.

    Dalam konteks kosumen penerbangan, kata Tulus, YLKI mendapatkan keluhan terbanyak dari penumpang Lion selama tujuh tahun terakhir. Meski tak merincikan jumlah aduan, dia menilai respons pemerintah maupun manajemen Lion masih minim. "Ini ancaman serius ke pe­nerbangan nasional, bisa menjadi negatif di mata The Federal Aviation Admi­nis­tration (FAA)," katanya.

    Kementerian Perhubungan masih mengaudit manajemen dan armada Lion bersamaan seiring berjalannya investigasi penyebab jatuhnya pesawat beregistrasi PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, sepekan lalu. Pergerakan pesawat yang mengangkut 181 penumpang dan 7 awak itu sempat tak normal, beberapa saat usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

    Manajemen Lion Air pun menuruti instruksi pemerintah untuk mencopot Direktur Teknik di perseroan, Muhammad Asif, hingga waktu yang belum ditentukan. Selebihnya, kementerian hanya menggelar ramp check alias uji kelaikan secara acak terhadap 40 persen armada Lion, termasuk jenis Boeing 737 Max 8 yang baru celaka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.