Rabu, 21 November 2018

Jack Ma: Perang Dagang AS - Cina Hal Terbodoh di Dunia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    TEMPO.CO, Shanghai - Pendiri Alibaba Jack Ma menganggap masih berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat -Cina sebagai sesuatu yang bodoh.

    Baca juga: Surat Terakhir Executive Chairman Alibaba Jack Ma ke Shareholder

    “Perang dagang AS-Cina adalah hal paling bodoh di dunia,” ujarnya pada China International Import Expo (CIIE) di Shanghai, Cina, Senin, 5 November 2018, seperti dilansir Reuters.

    Pemerintah AS dan Cina sudah melakukan aksi saling balas tarif impor sejak pertengahan tahun ini, yang kini nilainya mencapai miliaran dolar AS. Presiden AS Donald Trump masih mengancam bakal kembali menerapkan tarif bea masuk atas ekspor Negeri Panda yang bernilai lebih dari US$500 miliar jika tidak ada kesepakatan antara kedua negara.

    Perang dagang dipicu oleh keinginan Trump untuk memangkas defisit neraca perdagangan AS, terutama dengan Cina.

    Ma juga mengomentari perubahan model impor Cina. Meski dinilai bakal menimbulkan banyak tantangan bagi para pebisnis, di sisi lain juga membuka banyak peluang bagi konsumen.

    Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah inovasi. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya merasa khawatir terhadap pesatnya inovasi yang dilakukan dan justru mesti memberi dukungan penuh.

    “Pandangan saya adalah jangan takut dengan teknologi. Orang-orang yang khawatir karena teknologi adalah orang tua, pemerintah, dan orang-orang sukses. Mereka membencinya dan mengkhawatirkannya,” tutur Jack Ma.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.