Rabu, 21 November 2018

Kurs Rupiah di Jisdor Menguat Sentuh Rp 14.972 Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat hari ini. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.972 pada 5 November 2018.

    Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Akan Menguat Sepanjang November?

    Angka tersebut menunjukkan penguatan 117 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.089 pada 2 Oktober 2018. Sedangkan pada 5 November 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.047 dan kurs beli Rp 14.897

    Angka Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. Sedangkan pada pergerakan Jumat, 2 November sempat kembali menyentuh Rp 14 ribu.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi rupiah menguat hari ini. William memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.900 - 14.970 per dolar AS.

    "Prediksi menguat secara teknikal ada pola bearish engulfing indikasinya dolar AS akan melemah kembali hari ini," kata William saat dihubungi, Senin, 5 November 2018.

    Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi rupiah pekan ini bergerak cenderung konsolidasi. Nafan memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.760 - Rp 15.100 per dolar AS.

    "Lebih cenderung konsolidasi. Untuk data makroekonomi domestik yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar adalah data GDP (Produk Domestik Bruto), indeks keyakinan konsumen, indeks keyakinan bisnis, penjualan ritel, cadangan devisa, penjualan motor, dan current account," kata Nafan saat dihubungi, Ahad, 4 November 2018.

    Sedangkan, kata Nafan, untuk data makroekonomi eksternal yang sangat penting dan perlu dicermati adalah hasil perilisan US nonfarm payroll, pemilu legislatif AS, Inflasi Cina, neraca perdagangan Cina, dan GDP Inggris.

    "Serta penetapan suku bunga AS oleh The Fed sebesar 2,25 persen," kata Nafan.

    Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan rupiah pekan ini diproyeksi bergerak di kisaran Rp 14.920 - Rp 15.150.

    "Salah satu faktor yg mempengaruhi adalah sentimen perang dagang bisa berbalik memanas setelah Larry Kudlow, National Economic Council menolak pernyataan Trump bahwa saat ini AS tengah menyiapkan draft trade deal dengan Cina," kata Bhima.

    Rilis data tenaga kerja AS, kata Bhima, cukup menguatkan sentimen kenaikan Fed rate akhir tahun ini. Menurut dia, nonfarm payroll meningkat 250 ribu orang pada bulan Oktober dan upah rata-rata naik 0,2 persen.

    Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 14.700 - 15.250 per dolar AS. "Faktor yang mempengaruhi terakhir rencana perjanjian AS-Cina, sedsngkan dari dalam negeri kemungkinan jika ada perbaikan di neraca perdagangan atau CAD," kata Alfatih, Ahad, 4 November 2018.

    Sementara ini, kata Alfatih neraca perdagangan dalam jangka panjang masih beban, karena jika dilihat bertumbuh justru barang modal masih banyak impor.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.