Gaet Milenial, Bank Indonesia Memperbarui Tata Pamer Museum

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung Museum Bank Indonesia menyaksikan koleksi emas yang dipamerkan, di Jakarta, 2 Januari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    Pengunjung Museum Bank Indonesia menyaksikan koleksi emas yang dipamerkan, di Jakarta, 2 Januari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia memperbarui tata pamer museum BI. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan pembaruan museum yang terletak di wilayah kota tua tersebut dilakukan untuk lebih menggaet generasi milenial.

    Baca: OJK dan BI Janji Tidak Ada Perang Suku Bunga Dana

    Mirza mengatakan yang diperbarui, yaktu klaster kelembagaan dan kebijakan, dan klaster arsitektur gedung. "Renovasinya cocok buat teman-teman milenials, jadi sudah teknologi oriented," kata Mirza di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

    Mirza mengatakan pengetahuan mengenai tugas BI penting diketahui masyarakat, seperti urusan nilai tukar, itu banyak disebabkan oleh devisa keluar masuk terutama devisa keluar.

    "Kalau keluar nilai tukar rupiah melemah. Kegiatan pariwisata adalah yang menambah devisa maka dari itu museum menjadi penting dalam kegiatan bangsa," kata Mirza.

    Mirza mengatakan BI menyadari pentingnya peran museum dalam pendidikan dan pembentukan karakter bangsa. BI juga menempatkan museum sebagai media komunikasi (communication tools) dalam setiap kebijakan yang telah dikeluarkan oleh BI. Menurut Mirza beragam kebijakan BI dari masa ke masa divisualisasikan melalui tata pamer dengan menerapkan media teknologi yang interaktif sebagai sarana komunikasi, edukasi dan pembelajaran masyarakat.

    Mirza mengatakan pengembangan Museum BI diarahkan kepada tiga pilar. Pertama, tata pamer yang aktraktif dan interatif, melalui dukungan teknologi terkini dan tata pamer yang lebih komprehensif melalui penambahan materi sejarah kebijakan serta teknik tata pamer interaktif yang optimal.

    Kedua, kata Mirza memperkuat strategi komunikasi melalui penyelenggaraan kegiatan level nasional dan internasional di Museum BI bekerjasama dengan Pemerintah, institusi/komunitas nasional dan internasional. Terakhir, program edukasi publik melalui kegiatan edukasi publik yang smart, interaktif bekerjasama dengan stakeholders dan komunitas museum.

    Pengembangan tata pamer museum BI dilakukan pada klaster kelembagaan dan kebijakan periode 2004-2011 dan 2012-2016, serta klaster arsitektur gedung merupakan wujud implementasi pilar I. Pengembangan tata pamer Museum BI pada kedua klaster tersebut diharapkan semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memahami dan menginternalisasi kebijakan Bank Indonesia serta manfaatnya bagi masyarakat.

    Saat memasuki ruangnya baru, terlihat suasana yang lebih modern dengan beberapa ruang yang lama. Misal, pada ruang BI 7 Day Repo Rate pengunjung bisa memasukan kepala ke lobang di dinding untuk melihat video dan suara yang informatif. Pengunjung juga bisa bermain layar sentuh dengan istilah seperti kartu kredit, debit, dan uang elektronik.

    Pengunjung juga dapat menekan tombol uang terbaru untuk mengetahui kode rahasia dalam uang. Bahkan pengunjung pameran dapat memasukkan diri ke dalam uang yang lalu dapat langsung dikirim ke email pengunjung.

    Untuk melihat tata pamer kedua klaster tersebut, masyarakat dapat mengunjungi museum Bank Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat, Indonesia.

    Adapun waktu kunjungan Selasa - Jumat pukul 08.00 - 15.30 WIB dan Sabtu - Minggu pukul 08.00 - 16.00 WIB. Untuk tur dengan pemanduan, yaitu Selasa - Minggu pukul 08:00, 10:00, dan 13:00 WIB

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.