Setelah Boeing 737-8 Max, Kemenhub Cek Seluruh Pesawat Maskapai

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Pramintohadi Sukarno, mengatakan pihaknya melakukan ramp check untuk seluruh maskapai. Hal tersebut dilakukan, terkait jatuhnya pesawat Lion Air, Boeing 737-8 Max, di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

    Simak: Hasil Pemeriksaan Boeing 737-8 Max Pasca Lion Air Jatuh Diungkap

    Menurut Pramintohadi, pengecekkan rutin kerap dilakukan Kementerian Perhubungan setiap satu bulan. "Untuk kali ini kami meningkatkan dan mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan," kata Pramontohadi di Kantor Kemenhub, Jumat, 2 November 2018.

    Pramintohadi menjelaskan, tidak hanya jenis pesawat Boeing 707-8 Max yang diperiksa. Namun, seluruh pesawat akan diperiksa secara detil dan mendalam. Selain keadaan pesawat, Kemenhub juga melakukan pemeriksaan secara administrasi kondisi pesawat tersebut.

    Direktur Kelai Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara, Avrianto, menjelaskan sudah melakukan tambahan ramp check di tiap otoritas bandara. Peningkatan pengawasan juga dilakukan dengan menurunkan inspektur dari otoritas bandara untuk melakukan inspeksi.

    Avrianto menuturkan, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan monitor setiap hari, untuk mengotimalkan pengawasan. "Kalau kami melihat ada hal yang signifikan, kita akan melakukan pengasawan sampai meng-grounded pesawat," tutur dia.

    Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut, mengatakan dalam inspeksi seluruh pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air, tidak beroperasi, hingga setelah diperiksa. "Ada sembilan, satu dengan kejadian ini jadi delapan. Pemeriksaan memerlukan waktu karena cukup detail," ucap Daniel.

    Pesawat Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB menuju Pangkalpinang pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat Boeing tersebut jatuh di koordinat koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”.

    Sebelumnya, tim gabungan evakuasi kecelakaan telah menemukan salah satu bagian dari black box Lion Air JT 610, yaitu Fligth Data Recorder (FDR) di kedalaman 32 meter. Black box FDR ditemukan setelah dua kapal pencari mendeteksi sinyal ping dari alat berwarna oranye tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.