Lion Air Beri Uang Duka Rp 25 Juta untuk Pemakaman Korban

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga dan kerabat berdoa bersama saat pemakaman korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Jannatun Cintya Dewi, di kawasan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 1 November 2018. Jannatun Cintya Dewi merupakan pegawai Kementerian ESDM yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Sejumlah keluarga dan kerabat berdoa bersama saat pemakaman korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Jannatun Cintya Dewi, di kawasan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 1 November 2018. Jannatun Cintya Dewi merupakan pegawai Kementerian ESDM yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta -Perusahaan penerbangan Lion Air menyiapkan uang kedukaan untuk pemakaman korban senilai Rp 25 juta tiap korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat. "Kami akan memberikan uang santunan sebesar Rp 25 juta untuk penguburan korban," kata perwakilan komunikasi perusahaan penerbangan Lion Air Ramaditya Handoko di pusat krisis di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

    BACA: Korban Lion Air Jannatun Cintya Dewi Pilih ESDM, Tolak Singapura

    Ramaditya menuturkan uang santunan itu di luar biaya untuk pengurusan penerbangan jenazah ke kota tujuan pemakaman korban. Dia mengatakan Lion Air juga akan membiayai penerbangan jenazah ke daerah di mana korban akan dimakamkan.

    Ramaditya menuturkan pemulangan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion itu rencananya  menggunakan pesawat komersil Lion Air Group, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Jenazah akan diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

    BACA: Gaji Pilot Lion Air Rp 3,7 Juta, Ini Kata BPJS Ketenagakerjaan

    Sebelumnya,  Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan Lion Air Group telah menyerahkan satu jenazah yang berhasil teridentifikasi, Jannatun Chintya Dewi, kepada keluarganya pada Rabu malam, 31 Oktober 2018. Jenazah Jannatun dipulangkan dengan pesawat komersil Batik Air pada pukul 05.00 WIB, Kamis, 1 November 2018 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.