WB: Tak Ada Indikator Politik dalam Laporan Kemudahan Berusaha

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim menjadi pembicara dalam sesi Mitigating Famine Risks dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim menjadi pembicara dalam sesi Mitigating Famine Risks dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior World Bank atau Bank Dunia Arvind Jain menjelaskan bahwa laporan kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) tidak menyertakan sentimen politik sebagai indikator penilaian skor peringkat negara.

    Baca juga: Darmin Nasution Ungkap Alasan Ranking Kemudahan Berusaha RI Turun

    Dalam temu media melalui telekonferensi di Jakarta, Kamis, 1 November 2018, Arvind menjelaskan bahwa laporan Doing Business yang disusun oleh Grup Bank Dunia lebih menitikberatkan pada aspek regulasi dan hukum. "Tidak ada sentimen politik yang tertuang dalam skor yang ada di indeks kemudahan berusaha," ujar dia.

    Terdapat 10 indikator dalam penilaian kemudahan berusaha, di antaranya memulai usaha (starting a business), akses pinjaman, pendaftaran properti, penyelesaian kepailitan, pembayaran pajak.

    Indikator lainnya yaitu perdagangan lintas batas, akses kelistrikan, perlindungan investor minoritas, penegakkan kontrak (enforcing contracts), dan urusan izin kontruksi (dealing with construction permit).

    Dalam laporan Doing Business 2019, Indonesia terekam berhasil menerapkan 17 jenis reformasi dalam tiga tahun terakhir.

    Pada laporan terbaru, Indonesia telah melakukan tiga jenis reformasi yaitu dalam indikator memulai usaha, memperoleh pinjaman dan pendaftaran properti.

    Indonesia berada di peringkat 73 dari 190 negara dalam hal kemudahan berusaha, menurut laporan Doing Business 2019. Peringkat kemudahan berusaha Indonesia menurun satu peringkat dibandingkan laporan yang sama tahun lalu.

    Meskipun menurun secara peringkat, nilai kemudahan berusaha Indonesia meningkat dari 66,54 pada 2018 menjadi 67,96 (2019).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.