Rabu, 21 November 2018

Bos Lion Air: Kami Sewa Boeing 737 Max 8 dari Perusahaan Prancis

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Lion Air Edward Sirait (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, 24 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama Lion Air Edward Sirait (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, 24 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jakarta - Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait membenarkan pesawat Boeing 737 Max 8 yang dimiliki Lion Air merupakan pesawat sewaan. Namun ia menjelaskan pihaknya tak menyewa pesawat itu dari salah satu perusahaan di Cina, melainkan dari perusahaan Prancis.

    Baca juga: Kemenhub Copot dan Bekukan Lisensi Direktur Lion Air

    Namun, ia belum bisa menyebutkan nama perusahaan tersebut. "Kami sewa dari perusahaan Prancis, namanya belum bisa disebutkan," kata Edward saat dihubungi Tempo, Kamis, 1 November 2018.

    Sebelumnya, maskapai penerbangan Lion Air disebut menyewa pesawat Boeing 737 Max 8 dari perusahaan Cina. Kantor berita milik pemerintah, China News Service menyatakan pesawat yang jatuh itu adalah milik perusahaan China Minsheng Investment Group Leasing Holding Ltd atau CMIG.

    CMIG dikabarkan telah mengontak Lion Air dan menyampaikan ungkapan duka cita atas musibah ini. Selain itu perusahaan juga sudah menghubungi Boeing serta sejumlah organisasi terkait lainnya.

    Penyewaan pesawat, menurut CMIG, adalah hal yang lumrah di bisnis penerbangan. Sayangnya saat dihubungi China News Service, tak ada jawaban dari CMIG Leasing.

    Hal yang sama diungkapkan situs PR Newswire. Pada pertengahan Agustus lalu, situs ini menyebutkan bahwa CMIG Aviation Capital yang dimiliki China Minsheng Investment Group menyerahkan Boeing 737 Max 8 ke Lion Air.

    WASHINGTON POST I PRNEWSWIRE 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.