Korban Lion Air Jannatun Cintya Dewi Lulusan Terbaik ITS

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Jannatun Cintya Dewi, berada di kediaman kawasan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 1 November 2018. Jannatun Cintya Dewi merupakan pegawai Kementerian ESDM yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Jannatun Cintya Dewi, berada di kediaman kawasan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 1 November 2018. Jannatun Cintya Dewi merupakan pegawai Kementerian ESDM yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu korban Lion Air, Jannatun Cintya Dewi, tercatat sebagai anggota staf di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Menurut Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Direktorat Hilir Migas Kementerian ESDM Yuli Rachwati, perempuan berusia 24 tahun itu baru setahun menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian ESDM.

    Baca: Korban Lion Air, Jenazah Jannatun Cintya Dewi Dimakamkan Hari Ini

    Jannatun Cintya Dewi adalah lulusan terbaik jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Putri pasangan Bambang Supriyadi, 48 tahun, dan Surtiyem (45) ini memiliki adik lelaki bernama Nardzir Ahmad Firdaus (17).

    Sebelum mengabdi di Kementerian ESDM, Jannatun Cintya Dewi pernah bekerja di Bank Mandiri selama setahun. Pada 2017, ia mengikuti ujian ASN di Kementerian ESDM dan diterima sebagai analis kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.

    Yuli menyebut Jannatun adalah analis terbaik yang pintar dan cerdas. Dia pun sering dipercaya melakukan tugas monitoring pelaksanaan pencampuran B20 non-PSO Pertamina di berbagai daerah wilayah Indonesia.

    Sebelum bekerja di Kementerian ESDM, Jannatun Cintya Dewi diterima bekerja di salah satu perusahaan Singapura. Namun, menurut Yuli, tawaran itu ditolak. Ia memilih mengabdi di ESDM. "Ibunya tadi malam cerita, setelah lulus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jannatun langsung ditarik untuk bekerja di sebuah perusahaan asal Singapura," ujarnya.

    Namun tawaran itu ditolak Jannatun karena tak ada izin dari keluarga. "Memang almarhumah menuruti nasihat orang tuanya. Dia memilih mengabdi untuk bekerja di dalam negeri ketimbang menerima tawaran kerja di sebuah perusahaan asal Singapura," ucap Yuli.

    Jannatun Cintya Dewi adalah satu dari tiga korban Lion Air dari Kementerian ESDM. Dua lainnya adalah Fatwa Kurnia Dewi asal Tangerang, Banten, dan Dewi Herlina asal Bekasi, Jawa Barat, yang hingga kini masih belum teridentifikasi. Ketiganya berencana melakukan pengawasan B20 di Pangkal Pinang.

    Baca: Korban Lion Air Jannatun Cintya Dewi Pilih ESDM, Tolak Singapura

    “Ternyata Allah SWT punya rencana lain. Pengawasan B20 ke berbagai daerah lainnya sementara ini selama sepekan ke depan dibatalkan dulu karena kami sedang berduka," tutur Yuli.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.