Rabu, 21 November 2018

Indonesia Banking Award Dorong Performa Perbankan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank DKI Jakarta menerima penghargaan dalam ajang penghargaan Indonesia Banking Award 2018 di Jakarta, 26 September 2018.

    Bank DKI Jakarta menerima penghargaan dalam ajang penghargaan Indonesia Banking Award 2018 di Jakarta, 26 September 2018.

    INFO BISNIS - Tempo Media Group kembali menggelar ajang penghargaan bagi bank-bank terbaik di Indonesia, Rabu malam, 26 September 2018, di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Ajang bertajuk “Indonesia Banking Award (IBA) 2018” ini terselenggara buah kerja sama Tempo Media Group bersama Indonesia Banking School (IBS).

    Acara dihadiri Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Slamet Edy Purnomo, Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Toriq Hadad, Ketua Indonesia Banking School Subardjo Joyosumarto, serta para pimpinan bank BUMN, bank swasta nasional, bank syariah, dan bank milik pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

    "Melalui Indonesia Banking Award, kami ingin menyampaikan informasi penting dan transparan kepada masyarakat tentang lembaga intermediasi yang memiliki peran sentral di dalam perekonomian negeri ini. Harapan kami, kepercayaan masyarakat kepada perbankan tetap bisa tumbuh dan pada akhirnya itu merupakan sumbangan pada perekonomian nasional," kata Toriq saat memberikan sambutan.

    Ini merupakan kesebelas kalinya Tempo mengadakan ajang penghargaan untuk bank-bank berprestasi di Indonesia. Tahun ini, sudah empat tahun berturut-turut Tempo menggandeng IBS untuk penjurian penghargaan bergengsi ini. Menurut Toriq, Tempo sengaja menggandeng IBS, karena kredibilitasnya yang tinggi dan metode yang digunakan IBS untuk menilai kinerja bank-bank di Indonesia dapat dipercaya.

    Dalam ajang penghargaan ini, masing-masing bank berkompetisi dengan bank lainnya, khususnya yang menjadi pesaing langsungnya. Bank besar dengan bank besar, bank umum dengan bank umum, bank syariah dengan bank syariah, dan seterusnya.

    Secara umum penghargaan dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni award dan appreciation. Award terdiri atas empat penghargaan, yaitu The Most Efficient Bank, The Most Reliable Bank, The Best Bank in Digital Services, serta The Best Bank in Retail Banking Services. Sementara appreciation juqa terdiri atas empat penghargaan, yakni Best Bank in Productivity, Diversity of Board, Best Sharia Business Unit, juga Best Parenting Bank.

    Penilaian bank terbaik dari masing-masing kategori ini dilakukan panel juri yang terdiri atas Subardjo Joyosumarto, pengamat perbankan senior dan dosen IBS, Zaenal Abidin; ekonom senior, Hendri Saparini; dosen IBS Ahmad Adriansyah; dan Direktur PT Tempo Inti Media Tbk Gabriel Sugrahetty.

    Berdasarkan data dan analisa yang dilakukan tim juri, Subardjo menilai transformasi regulasi keuangan yang dilakukan setelah krisis ekonomi 1998 telah membuahkan hasil positif bagi perbankan. Buktinya, perbankan Indonesia saat ini semakin baik dan semua berada di zona hijau. “Walaupun penghargaan pada masing-masing kategori hanya diberikan pada tiga bank terbaik, bukan berarti yang ada di urutan empat, lima itu jelek kinerjanya. Bedanya (nilainya) tipis saja antara urutan ke-3, ke-4, dan lima," kata Subardjo.

    Untuk penilaian The Most Efficient Bank, panel juri menganalisis data kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan akhir 2017 serta kinerja efisiensi (DEA). Total bobot penilaian kinerja keuangan adalah 60 persen dan porsi kinerja efisiensi sebesar 40 persen. Sedangkan untuk award Best Reliable Bank, menggunakan data kinerja keuangan selama tiga tahun terakhir.

    Dalam penghargaan Best Bank in Digital Services, penilaian dilakukan menggunakan layanan fintech atau digital banking dan e-banking serta data virtual account bank. Sedangkan, untuk Best Bank in Retail Banking Services, penilaian berdasarkan data jumlah tabungan, jumlah kredit usaha kecil dan menengah (KUKM), juga rasio dana murah atau current account and saving account.

    Sementara, untuk Best Bank in Productivity, adalah data presentasi dari biaya overhead dibandingkan dengan total pendapatan bank. Rasio terkecil dinilai sebagai bank yang paling produktif. Khusus untuk Diversity of The Board , apresiasi diberikan pada bank yang memiliki dewan direksi dan komisaris belakang paling beragam. Keragaman dianggap akan membawa banyak hal positif bagi perbankan.

    Sedangkan, untuk Best Sharia Business Unit, dinilai kinerja keuangannya tanpa memperhitungkan kinerja bank induknya. Sementara, untuk kategori Best Parenting Banking, diberikan kepada bank yang memiliki minimal lima anak perusahaan. Kriteria pemenang ditentukan dari kontribusi laba bersih anak perusahaan, sinergi marketing—cross selling, sinergi SDM—rotasi antarinduk dan anak perusahaan, training, pengembangan, sinergi program induk ke anak perusahaan, dan lain-lain.

    Bank-bank nasional pun menyambut baik penyelenggaraan IBA 2018 ini. Mereka menanggapi positif pemberian anugerah penghargaan IBA. "Penghargaan ini bisa memotivasi kami, meningkatkan lagi kinerja kami. Dengan penghargaan ini pun, di mata nasabah kami menjadi lebih baik," ucap Presiden Direktur PT Bank Mestika Dharma Tbk Achmad S. Kartasasmita.

    Dalam ajang ini, Bank Mestika Dharma meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu  The Most Efficient Bank dan The Most Reliable Bank. Keberhasilan itu, menurut Achmad, antara lain dicapai karena keberhasilan Bank Mestika meningkatkan efisiensi, menjaga kinerja keuangan yang baik, juga terus memperkuat modal bank.

    Sementara itu pemenang lainnya adalah BCA Syariah juga menyatakan sangat mengapresiasi ajang ini yang diinisiasi PT Tempo Media dan IBS. “Bagi kami, ajang penghargaan seperti ini dapat menjadi pendorong kemajuan industri perbankan, khususnya bank syariah,” kata Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih.

    BCA Syariah meraih penghargaan sebagai Best Bank in Productivity untuk kategori bank syariah. Pada 2017, rasio Belanja Operasional terhadap Pendapatan Operasional BCA Syariah berada pada angka 87,2 persen, turun dari 92,2 persen pada 2016. Penurunan rasio itu menunujukkan kinerjanya bertambah efisien dan produktivasnya semakin baik.

    Deputi Komisioner OJK Slamet Edy Purnomo juga menyatakan apresiasinya terhadap penyelenggaraan IBA 2018. "Kami memberikan apresiasi kepada Tempo yang terus-menerus memberikan award kepada industri perbankan. Tentunya ini sebagai bagian dari upaya mendorong performa perbankan dari waktu ke waktu," ucap Slamet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.