Rabu, 21 November 2018

Surat Terakhir Executive Chairman Alibaba Jack Ma ke Shareholder

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jack Ma dan Daniel Zhang (kanan), Chairman of the Board Alibaba Group yang baru. qz.com

    Jack Ma dan Daniel Zhang (kanan), Chairman of the Board Alibaba Group yang baru. qz.com

    TEMPO.CO, Jakarta- Menjelang pengumuman pendapatan kuartal ke-2 pada 2 November mendatang, pendiri Alibaba Group Jack Ma menuliskan surat terakhir sebagai Chairman of Board atau Executive Chairman Alibaba untuk para pemegang saham Alibaba. Dalam surat tersebut, dia menyampaikan akan mengalihkan posisi Executive Chairman kepada CEO Alibaba Daniel Zhang.

    Baca juga: Jack Ma Akan Bantu Jokowi Ciptakan Ekosistem Bisnis Serba Digital

    "Daniel Zang akan memimpin tim yang terdiri dari orang-orang muda yang bertalenta, sehingga Alibaba akan terus memberikan dampak positif ke dunia," tulis Jack Ma dalam suratnya, yang diterima Tempo pada Rabu, 31 Oktober 2018.

    Dalam suratnya, Jack Ma menjelaskan akan mendedikasikan waktunya untuk pendidikan, filantropi, dan lingkungan hidup. Dia memastikan akan terus bersama Alibaba, walau nantinya tidak lagi menjabat sebagai Executive Chairman.

    Tahun depan, Jack Ma akan menyerahkan jabatan dan tanggung jawabnya ke Daniel Zang. "Saya akan menjadi pemegang saham Alibaba seperti halnya Anda semua," ucap dia.

    Selama 19 tahun terakhir, ujar Jack Ma, Alibaba telah membangun ekonomi digital yang komprehensif. Jack Ma merasa Alibaba telah mengalami lonjakan yang belum pernah dialami sebelumnya.

    Karena itu, Jack Ma berterima kasih kepada para pemegang saham, atas kepercayaannya. Kemudian Jack Ma menjelaskan Alibaba akan terus berinvestasi untuk masa depan.

    Turbulensi perekonomian global di masa mendatang akan menjadi tantangan bagi Alilbaba. Menurut Jack Ma, dengan inovasi untuk memecahkan masalah dan menciptakan nilai riil, pasar tidak akan meninggalkan Alibaba. "Kesempatan dan probabilitas pasar tidak akan jauh dari kami," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.