Pertamina Operasikan 58 Titik BBM Satu Harga Tahap Dua

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi Premium ke tangki sepeda motor di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, Pertamax, menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Petugas mengisi Premium ke tangki sepeda motor di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, Pertamax, menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah mengoperasikan 58 lokasi dalam program Bahan Bakar Minyak atau BBM Satu Harga yang ditugaskan pemerintah tahun 2018. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan pengoperasian ini telah merealisasikan sebanyak 87 persen dari target tahun ini sebanyak 67 lokasi BBM Satu Harga.

    "Masih ada sembilan (9) titik lagi yang harus dituntaskan hingga akhir Desember 2018," kata Adiatma dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selaas, 30 Oktober 2018.

    Program BBM Satu Harga merupakan program pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program ini merupakan bagian dari perhatian khusus pemerintah agar masyarakat yang tinggal di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar atau 3T bisa merasakan harga BBM sesuai ketentuan Pemerintah dalam rangka pemerataan dan asas keadilan.

    Dalam keterangannya, Pertamina menjelaskan bahwa sebanyak 58 titik tersebut tersebar di seluruh Indonesia, yang terdiri dari wilayah Pertamina Marketing Operation Region I sebanyak 8 titik, Wilayah Marketing Operation Region II sebanyak 3 titik, wilayah Marketing Operation Region V 10 Titik. Kemudian wilayah Marketing Operation Region VI 15 titik, Marketing Operation Region VII 9 titik serta di wilayah Marketing Operation Region VIII sebanyak 13 titik.

    Adiatma mengatakan, ia berharap keseluruhan titik sebanya 67 titik tersebut bisa dioperasikan lebih cepat yakni pada November 2018. Adiatma juga menjelaskan bahwa penyalur BBM yang telah beroperasi dalam program BBM Satu Harga, sebanyak 21 diantaranya sudah diresmikan pemerintah.

    Adapun hingga saat ini total lokasi BBM Satu Harga yang telah direalisasikan Pertamina untuk tahap I dan II telah mencapai sebanyak 112 titik. Dengan rincian sebanyak 54 titik telah direalisasikan pada tahap I tahun 2017 dan sisanya pada tahun 2018.

    Adiatma menambahkan rata-rata penyaluran BBM Premium dan Solar periode 2017 sebesar 1.856 KL/ bulan untuk 54 lembaga penyalur. Sementara pada tahun 2018 apabila 67 lembaga penyalur telah beroperasi maka rata-rata penyaluran BBM sebesar 5.727 KL/bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?