Bos Lippo Group Diperiksa KPK, Begini Pergerakan Saham Lippo

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • James Riady. TEMPO/Imam Sukamto

    James Riady. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Lippo Group diperiksa KPK, pergerakan saham PT Lippo Karawaci Tbk atau dikenal dengan kode emiten LPKR tercatat mengalami penurunan sebanyak 2,78 persen atau sebanyak 8 poin ke level 280 per lembar hingga siang ini, Selasa, 30 Oktober 2018 pukul 11.20 WIB. Sejak dibuka pada perdagangan awal hari ini, saham LPKR langsung melemah dengan rentang 278 hingga 292.

    BACA: Penuhi Pemeriksaan KPK untuk Kasus Meikarta, James Riady Bungkam

    Berdasarkan data RTI, saham LPKR selama sepekan terakhir telah melemah sebanyak 6,04 persen. Adapun sejak awal bulan Oktober 2018, saham milik grup Lippo ini telah melemah sebesar 19,55 persen atau mengalami koreksi sebesar 64 poin.

    Sementara itu, anak usaha Grup Lippo yang lain, PT Lippo Cikarang Tbk atau dengan ticker code LPCK tercatat tak beranjak dari level 1455. Adapun pegerakan saham LPCK tercatat bergerak dalam rentang 1430 hingga 1490 ketika dibuka hingga siang ini.

    Selama sepekan terakhir, melansir data RTI, saham LPCK tercatat menguat sebanyak 9,40 persen. Sedangkan sejak awal bulan Oktober hingga saat ini, pergerakan saham anak usaha Lippo yang menanggani proyek Meikarta ini telah melemah sebanyak 18,65 persen atau terkoreksi sebanyak 356 poin.

    BACA: Kantor Pemasaran Meikarta di Plasa Semanggi Tetap Beroperasi

    Analis pasar modal dari CSA Research, Reza Priyambada mengatakan pelemahan saham-saham milik Lippo Grup tersebut melanjutkan pelemahan sebelumnya. Khususnya ketika salah satu jajaran direktur Lippo diduga terlibat kasus suap proyek Meikarta yang sekarang tengah disidik Komisi Pemberatasan Korupsi atau KPK.

    "Sejak terkena kasus oeprasi tangkap tangan KPK saham Lippo memang sudah melemah. Apapun itu kalau sudah tersangkut kasus hukum pasti akan direspon negatif," kata Reza ketika dihubungi Tempo, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Hari ini, CEO Lippo Group James Riady sedang menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus dugaan suap proyek Meikarta. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk sembilan tersangka dalam kasus tersebut.

    "Agenda pemanggilan terhadap James Riady untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta untuk sembilan tersangka," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 29 Oktober 2018.

    James tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta pada Selasa, 30 Oktober 2018 pukul 09.27 WIB. Turun dari Toyota Land Cruiser, James yang mengenakan jas hitam plus kemeja biru tak berkomentar apapun dan langsung masuk gedung KPK.

    James merupakan saksi ke-35 yang diperiksa dalam kasus ini. Sebelumnya KPK telah memeriksa 34 saksi yang berasal dari Lippo Group, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    KPK memeriksa James setelah sempat menggeledah rumahnya pada 18 Oktober 2018. Rumah James merupakan satu dari belasan tempat yang digeledah KPK secara Marathon pada 17 Oktober sampai 18 Oktober 2018.

    Di lokasi-lokasi tersebut, KPK menyita barang bukti dokumen, uang tunai dan bukti keuangan yang diduga terkait dengan kasus Meikarta. Namun, penyidik KPK tak menyita barang bukti apapun dari rumah bos Lippo Group, James Riady.

    ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.