Upacara Hari Oeang Ke-72, Sri Mulyani Kenakan Pita Hitam

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memeluk keluarga pegawai Kementerian Keuangan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air di Crisis Center Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin. Foto/Karyawan DJP

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memeluk keluarga pegawai Kementerian Keuangan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air di Crisis Center Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin. Foto/Karyawan DJP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan menggelar Upacara Peringatan Hari Oeang ke-72 di Lapangan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir di hadapan para pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan sebagai pembina upacara.

    Baca: Tangis Sri Mulyani Pecah Saat Peluk Keluarga Korban Lion Air

    Sejak pukul 07.30 WIB, para pegawai Kemenkeu sudah memadati Lapangan Kementerian Keuangan. Mereka mengenakan setelan seragam kemeja berwarna putih dan bawahan berwarna hitam. Sekitar pukul 08.00 WIB, Sri Mulyani hadir ke atas podium. Ia mengenakan blazer berwarna putih gading dan celana hitam.

    Namun, ada yang lain pada setelan Sri Mulyani dan para pegawai Kemenkeu dalam upacara hari ini. Pita hitam tampak tersemat di lengan kiri pakaian mereka.

    Sehari sebelumnya, Kementerian Keuangan memang baru saja dilanda kabar duka. Sebanyak 21 orang pegawai Kemenkeu jadi korban kecelakaan penerbangan Lion Air JT 610. Pesawat yang mereka tumpangi hilang kontak dan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober.

    Para pegawai Kemenkeu itu terdiri atas 12 orang pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan dua lainnya adalah pasangan dari pegawai DJP yang merupakan pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; enam orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan; dan tiga orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

    Nama pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang tercatat sebagai penumpang pesawat naas itu antara lain Pemeriksa Pajak Muda KPP Pratama Bangka Pratomo Wira Dewanto, Kepala Seksi KPP Pratama Bangka Hesti Nuraini, AR KPP Pratama Bangka Maria Ulfa, Rivandi Pranata, dan Junior Priadi. Selanjutnya, AR KPP Pratama Pangkalpinang Nicko Yogha Marenta Utama, Achmad Sukron Hadi, serta Tri Haska Hafidi.

    Selain itu, tercatat juga Kepala Seksi KPP Pratama Pangkalpinang Firmansyah Akbar, Raden Roro Savitri Wulurastuti, dan Ari Budiastuti; serta Kepala Subbagian KPP Pangkalpinang I Gusti Ayu Ngurah Metta Kurnia.

    Adapun nama pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam penerbangan itu antara lain Kepala Seksi Kantor Wilayah DJPB Bangka Belitung Abdul Khaer, Eko Sutanto, dan M. Fadillah; Kepala Subbagian KPPN A1 Pangkalpinang Joyo Nuroso; Kepala Subbagian Kantor Wilayah DJPB Bangka Belitung Bambang Rozali Usman, serta Akhmad Endang Rokhmana.

    Berikutnya, pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dalam penerbangan itu antara lain Kepala KPKNL Pangkalpinang Reni Ariyanti, serta Kepala Seksi KPKNL Pangkalpinang Dwinanto dan Muhammad Jufri.

    "Segenap pimpinan dan para pegawai Kemenkeu masih berdoa agar para penumpang yang berada di pesawat tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata Nufransa. "Kami juga berharap agar proses pencarian pesawat dan evakuasi dapat berjalan dengan baik, sehingga kami dapat terus mendapatkan informasi terkini mengenai keadaan para penumpang."

    Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta - Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. "Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di sekitar Karawang, jawa Barat," ujar Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro . Pesawat tersebut jatuh di koordinat koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”.

    Baca: Lion Air Jatuh, Menhub Budi Karya Duga Ini Penyebabnya

    Danang mengatakan pesawat itu berjenis Boeing 737 MAX 8 keluaran tahun 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . "Pesawat dinyatakan laik operasi," kata dia. Pesawat itu tercatat mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi. Dalam penerbangan ini juga ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.

    Simak berita tentang Sri Mulyani hanya di Tempo.co

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.