Selasa, 13 November 2018

Netizen Risak Relawan #2019GantiPresiden yang Sebar Hoax Lion Air

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) mencari penumpang dan kru pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Pantai Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Sejumlah perahu karet disiapkan untuk mengevakuasi korban. TEMPO/Subekti

    Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) mencari penumpang dan kru pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Pantai Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Sejumlah perahu karet disiapkan untuk mengevakuasi korban. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Relawan #2019GantiPresiden Mustofa Nahrawardaya sempat menyebarkan berita palsu atau hoax atas tragedi kecelakaan Lion Air. Pagi tadi, Senin, 29 Oktober 2018, Mustofa menyampaikan bahwa pesawat Lion Air telah mendarat di Halim Perdana Kusuma.

    Baca: Lion Air Jatuh, Menhub Budi Karya Duga Ini Penyebabnya

    "Kabar dari temen saya di Halim, Lion Air sudah mendarat di Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Alhamdulillah," tulis Mustofa Nahra melalui akun Twitter-nya, @AkunTofa, Senin, 29 Oktober 2018.

    Kicauan yang diunggah sekitar pukul 9 pagi tadi, sudah dihapus di timeline twitter Mustofa. Namun rekam digital sudah tersebar luas dan mengundang komentar pedas sejumlah netizen.

    "Twit yg tadi gimana? Dibohongi teman lagi? Gak tahu malu nih orang," ujar Ranto Samosir. Ada juga Jenny M Florida berkomentar, "Gerombolan HOAX kalo gak bikin HOAX tenggelam kedalam lumpur lapindo..." seperti dikutip dari akun twitter @JMarecellina.

    Akun @WicaksonoBruno menyayangkan unggahan Mustofa. "Padahal twitnya ..sudah ambil kesimpulan...kabar dari teman...kalau bagini kriteria HOAX bukan?"

    Selain Mustofa, sejumlah akun juga menyebar berita palsu. Akun twitter @AAP misalnya yang juga mengatakan Lion Air telah mendarat di Bandara Halim. "Ternyata yang landing pesawat Lion Air yang lain. JT 610 PK LQP Jatuh. Habis sy cek yg kirim berita dari rekan AU. JATUH. mereka sdh gembira ada pesawat lion air landing..ternyata penerbangan lain. Smg banyak yg selamat.," demikian ditulis AAP melalui akun Twitter-nya, @AAP99471254, Senin, 29 Oktober 2018.

    Tak hanya itu, ada yang memasang foto pesawat Lion Air ketika mengunggah berita kecelakaan JT 610 tersebut. Namun yang dilampirkan adalah foto badan Lion Air saat jatuh di Selat Bali pada 2013.

    Pelaksana tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto-foto yang terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. "Kami mengimbau warganet untuk tidak menyebar informasi hoaks," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Oktober 2018.

    Ferdinandus meminta warganet tidak menyebarkan informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang. Kominfo mengimbau agar informasi dan foto-foto tersebut tidak disebarkan lewat media apa pun, termasuk media sosial.

    Kementerian Kominfo mengingatkan setiap aktivitas di ruang siber, termasuk mendistribusikan, mentransmisikan, dan membuat informasi hoaks, diatur dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

    Ketika dikonfirmasi, Mustofa membantah cuitannya soal kedatangan pesawat Lion Air di Bandara Halim Perdana Kusuma merujuk pada pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Ia mengaku cuitan tersebut diperuntukkan kepada rekan komunitasnya.

    Meski begitu, Mustofa tak menjelaskan secara spesifik komunitas apa yang dimaksud. "Lion sendiri juga mengumumkan info itu, kalau soal yang dimaksud Lion yang kecelakaan. Saya punya kode komunikasi dengan komunitas saya. Melalui Twitter, maka saya tidak nulis Lion JT 610," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin malam, 29 Oktober 2018.

    Lebih jauh Mustofa mengaku sengaja menghapus cuitannya tersebut lantaran khawatir menimbulkan kesalahpahaman, mengingat pihak Lion Air mengumumkan salah satu pesawatnya jatuh. Mustofa mengaku cuitan tersebut ditujukan untuk rekan-rekan komunitasnya.

    "Saya ada kode ke temen komunitas untuk urusan penerbangan. Itu urusan jemputan di Soeta dan janjian ketemuan di Halim. Dua kepentingan berbeda," kata dia. Mustofa menilai netizen yang memprotes cuitannya merupakan orang-orang yang gemar menggoreng isu-isu."itu yang protes adalah anonim. Mereka tukang goreng," ujarnya.

    Pada Senin pagi, pesawat Lion Air buatan Boeing dengan tipe 737-8 Max dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh seusai 13 menit lepas landas di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut merupakan pesawat keluaran baru buatan Boeing.

    Baca: Pesawat Lion Air Jatuh, Bersertifikat Layak Terbang hingga 2019

    Sejak jatuhnya pesawat Lion Air diumumkan tadi pagi, sejumlah pesan berantai terkait dengan insiden tersebut membanjiri grup percakapan dan sejumlah media sosial.

    KODRAT SETIAWAN

    Keterangan

    Pada hari Selasa, 30 Oktober 2018, pukul 6.55 WIB, berita ini telah dilengkapi dengan konfirmasi narasumber yang bersangkutan. Tambahan konfirmasi ditempatkan di akhir tulisan. Terima kasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?