Lion Air Jatuh, DPR dan Pemerintah Berdoa Sebelum Rapat BPJS Kesehatan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Nila Moeloek berbincang dengan Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 17 September 2018. Menteri Kesehatan meminta pencairan dana suntikan APBN untuk BPJS Kesehatan segera dicairkan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Kesehatan Nila Moeloek berbincang dengan Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 17 September 2018. Menteri Kesehatan meminta pencairan dana suntikan APBN untuk BPJS Kesehatan segera dicairkan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum rapat dengar pendapat soal upaya menekan defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan, Senin ini, 29 Oktober 2018, Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah berdoa untuk musibah pesawat Lion Air jatuh.

    Baca juga : Suami, Istri dan Bayinya Jadi Korban Lion Air Jatuh

    "Baru saja tadi pagi kami mendengar musibah pesawat Lion Air JT 610 sampai saat ini belum ada kepastian yang selamat dan sebagainya. Izinkan kami menundukkan kepala sejenak. Berdoa dimulai," kata Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf di gedung DPR, Senin, 29 Oktober 2018.

    Rapat tersebut dihadiri Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris, dan Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional Sigit Priohutomo.

    Tadi pagi, pesawat Lion Air tipe B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610, jatuh usai 13 menit lepas landas di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut merupakan pesawat keluaran baru buatan Boeing.

    Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.

    Kepala Otoritas Bandara Wilayah I, Kementerian Perhubungan, Bagus Sunjoyo mengatakan hingga saat ini badan pesawat Lion Air JT 610 belum ditemukan.

    Bagus menjelaskan sebelum pesawat jatuh di Perairan Teluk Karawang, pihaknya tidak mendapatkan laporan dari Air Traffic Center (ATC) soal kerusakan mesin pesawat. Dia membenarkan jika pilot meminta izin untuk kembali ke bandara.

    Dari keterangan pilot yang meminta untuk kembali, kata Bagus, tidak ada keterangan soal kendala mesin. "Tidak ada statement soal kendala mesin," kata Bagus.

    Bagus menjelaskan, soal manifes korban dan perkembangan kecelakaan pesawat ini, akan menunggu laporan dari Badan SAR Nasional (Basarnas). Kemenhub akan memberikan informasi lanjutan jika sudah mendapatkan informasi perkembangan dari Basarnas soal Lion Air JT 610.

    CHITRA PARAMAESTI | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.