Pesawat Lion Air Jatuh, Boeing Siap Bantu Proses Investigasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barisan pesawat Boeing 787 tengah dirakit dan diproduksi di fasilitas pabrik Boeing Co di Everett, Washington. Pesawat ini merupakan salah satu produk terbaik yang dihasilkan pabrikan pesawat asal Amerika, dan tercanggih dikelasnya, 1 Juni 2015.  David Ryder/Getty Images

    Barisan pesawat Boeing 787 tengah dirakit dan diproduksi di fasilitas pabrik Boeing Co di Everett, Washington. Pesawat ini merupakan salah satu produk terbaik yang dihasilkan pabrikan pesawat asal Amerika, dan tercanggih dikelasnya, 1 Juni 2015. David Ryder/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejadian pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang mendorong perusahaan multinasional yang merancang, memproduksi, dan menjual pesawat terbang, Boeing, angkat bicara. Boeing menyatakan berbelasungkawa atas jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta - Pangkalpinang itu. 

    Baca: Lion Air Jatuh, BPK Benarkan 10 Pegawainya Ada di Pesawat Itu

    "Kami menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga dan orang-orang yang mereka cintai," dikutip dari dalam keterangan tertulisnya di website resmi Boeing, Senin, 29 Oktober 2018.

    Boeing juga akan memberikan bantuan teknis untuk investigasi kecelakaan. Pernyataan soal perkembangan dan hasil investigasi akan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

    Tadi pagi, pesawat Lion Air buatan Boeing dengan tipe 737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610, jatuh usai 13 menit lepas landas di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut merupakan pesawat keluaran baru buatan Boeing.

    Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pesawat tersebut buatan tahun 2018. Lion Air pertama kali mengoperasikan pesawat tersebut pada 15 Agustus 2018. "Pesawat dinyatakan laik operasi," ujar dia.

    Seperti diketahui pesawat milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkalpinang itu dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.

    Data Flightware.com menyebutkan, sebelum hilang kontak, Lion Air JT 610 ketinggiannya terpantau turun drastis. Ketinggian pesawat dari semula 5.400 feet (1.800 meter) turun drastis ke 2.800 feet (933 meter).

    Baca: Lion Air: Pesawat JT 610 yang Jatuh Baru Dioperasikan 2 Bulan

    Data Flightaware bukan merupakan radar penerbangan resmi, tapi data itu bisa digunakan sebagai acuan untuk melacak keberadaan lintasan penerbangan sebuah pesawat. Adapun hal-hal yang dapat dilacak melalui data tersebut terkait posisi pesawat dan jadwal lepas landas serta tinggal landasnya.

    Simak berita menarik lainnya terkait Lion Air di Tempo.co. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.