Sandiaga Tanggapi Pernyataan Prabowo Soal Ekonomi Pas - pasan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, berswafoto bersama emak-emak saat berkunjung ke Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018. Sandi menemui pendukungnya dari kalangan emak-emak dan kaum milenial. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, berswafoto bersama emak-emak saat berkunjung ke Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018. Sandi menemui pendukungnya dari kalangan emak-emak dan kaum milenial. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengaku belum mengetahui data referensi yang dipakai calon presiden Prabowo Subianto soal 99 persen masyarakat Indonesia berada dalam kondisi ekonomi pas-pasan.

    Baca: Sandiaga Bandingkan Ekonomi dengan Cabai, Pedas dan Naik Terus

    "Iya itu, nanti saya lagi liat statemen lengkapnya. Tadi belum ketemu statement lengkapnya dan data referensi yang dia pakai," kata Sandiaga Uno usai acara Milenial Fest di Djakarta Theater, Ahad, 28 Oktober 2018.

    Prabowo sebelumnya mengatakan 99 persen masyarakat Indonesia berada pada ekonomi pas-pasan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara deklarasi emak-emak Binangkit relawan Prabowo-Sandi di Pendopo Inna Heritage Hotel Denpasar, Bali, pada Jumat pekan lalu.

    Menurut Prabowo, sepanjang 73 tahun Indonesia merdeka, yang kaya semakin sedikit dan hanya segelintir orang saja. Ia mengatakan bahwa pernyataannya merupakan data dan fakta yang diakui oleh Bank Dunia.

    Pernyataan Prabowo itu menuai reaksi dari banyak pihak. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxtation Analysis atau CITA, Yustinus Prastowo, salah satunya.

    Prastowo menyebutkan, kesejahteraan tiap orang dewasa di Indonesia meningkat hampir 4 kali dibanding posisi tahun 2000. "Dan rata-rata wealth (kekayaan) orang dewasa adalah USD 8.920 atau Rp 133 juta/thn (kurs Rp 15.000 per dolar AS) Pas-pasan ya? Pas buat apa sih? @prabowo @Dahnilanzar," kata Prastowo melalui akun Twitter miliknya yakni @prastow yang dikeluarkan pada Rabu, 24 Oktober 2018.

    Pernyataan Prastowo itu didasarkan pada data Global Wealth Report 2018 yang dirilis oleh Credit Suisse. Credit Suisse merupakan salah satu bank investasi dan manajemen investasi terkemuka di dunia yang berasal dari Swiss yang telah ada sejak 1856.

    Berdasar pada data itu pula, Prastowo mengatakan bahwa hanya ada 0,1 persen penduduk yang kekayaannya di atas US$ 1 juta. Selain itu tercatat, sebanyak 0,8 persen memiliki kekayaan sebesar US$ 100 ribu hingga US$ 1 juta. Ada sebanyak 13,7 persen memiliki kekayaan US$ 10 ribu sampai US$ 100 ribu.

    "Dan ada 85,4 persen yang kekayaannya di bawah US$ 10 ribu. Serta rata-rata US$ 8.920. Mana yang 99 persen pas-pasan ya?" cuit Prastowo.

    Baca: Geram dengan Sandiaga, Susi Pudjiastuti: Jangan Asal Omong

    Prastowo juga menyampaikan bahwa kelompok-kelompok dewasa itu lebih banyak memiliki aset riil seperti emas dan tanah bukan saham atau reksadana maupun obligasi di sektor keuangan. Dengan kepemilikan utang yang sangat kecil atau rata-rata mencapai US$ 736 atau senilai Rp 11 juta.

    DIAS PRASONGKO

    Simak berita lainnya terkait Sandiaga hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.