Rabu, 21 November 2018

Indonesia - Norwegia Tingkatkan Perdagangan dan Investasi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berbincang dengan Menteri Perdagangan dan Industri Norwegia Trond Giske (kanan) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (25/11). ANTARA/Dhoni Setiawan/ss/pd/12

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berbincang dengan Menteri Perdagangan dan Industri Norwegia Trond Giske (kanan) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (25/11). ANTARA/Dhoni Setiawan/ss/pd/12

    TEMPO.CO, Nusa Dua -Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Marie Eriksen Soreide untuk membahas optimalisasi sejumlah kerja sama berbagai bidang, salah satunya kesepakatan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara.

    BACA: Indef Prediksi Neraca Perdagangan September Defisit USD 1,5 M

    "Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan mengintensifkan kerja sama di area itu untuk pemanfaatan potensi besar yang belum tersentuh," kata Menlu Retno setelah mengadakan pertemuan komisi bersama di Nusa Dua, Bali, Minggu, 28 Oktober 2018.

    Menurut Retno, pihaknya menyambut perkembangan positif dari negosiasi antara Indonesia dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa atau EFTA dan Perjanjian Perdagangan Bebas Eropa Tengah atau CEFTA.

    Indonesia, berkomitmen mempercepat hasil akhir dari negosiasi itu dan meyakini kesepakatan antara Indonesia, EFTA dan CEFTA akan membawa kesempatan besar yang baru untuk kerja sama perdagangan dan investasi. Pertemuan komisi bersama itu juga fokus dalam lingkungan dan kehutanan, energi khususnya energi terbarukan, kelutan dan perikanan. Untuk lingkungan dan kehutanan, program kemitraan

    "Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus" atau REDD+ yang dilakukan Indonesia dan Norwegia telah menjadi model dalam menangani deforestasi yang berkontribusi untuk memitigasi perubahan iklim. Selain itu, memastikan berkontribusi dalam karbon rendah, ramah lingkungan dan tata kelola ekonomi yang berkelanjutan.

    BACA: Bos IMF Beri Saran 3 Hal Ini untuk Genjot Pertumbuhan

    "Kami berbagi pandangan terkait kebutuhan untuk memperkuat lebih lanjut arsitektur dari program REDD Plus," ucapnya. Kedua negara juga juga berdiskusi tentang pengembangan sampah untuk memperkuat kerja sama dalam energi dan energi terbarukan yang pembahasannya akan dioptimalkan dalam Forum Bisnis Energi Indonesia-Norwegia tahun 2019.

    Kerja sama kelautan dan perikanan juga menjadi topik penting yang dibahas dalam pertemuan komisi bersama itu khususnya dalam memerangi penangkapan ikan secara ilegal dan membangun ekonomi maritim berkelanjutan.

    Terkait dengan itu, kedua negara, lanjut Menlu Retno, akan menandatangani "letter of intent" dalam kerja sama kelautan dan perikanan yang akan dilaksanakan di sela-sela Konferensi "Our Ocean" di Nusa Dua, 29-30 Oktober 2018.

    Selain membahas kerja sama bilateral tersebut, dalam kesempatan itu, kedua menlu juga mengadakan dialog terkait hak asasi manusia ke-13 yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2002. "Fokus dalam forum dialog HAM ini terkait dalam hak anak, demokrasi dan toleransi," ucapnya.

    Dalam pertemuan itu, kedua menlu juga membahas beberapa isu regional dan global di antaranya perkembangan di Timur Tengah, kerja sama ASEAN dan Norwegia serta kerja sama penanggulangan terorisme.

    Menlu Retno dan Menlu Soreide juga menandatangani pernyataan bersama terkait pengembangan kerja sama selatan-selatan dan triangular. Kerja sama itu untuk membantu meningkatkan kapasitas Indonesia mengembangkan program triangular dan selatan-selatan yang akan berlangsung hingga tahun 2019.

    Baca berita tentang perdagangan lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.