Peringati Sumpah Pemuda, Sandiaga Uno Tantang Millenials Berikrar

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menjawab pertanyaan warganet tentang ekonomi melalui live Instagram, di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menjawab pertanyaan warganet tentang ekonomi melalui live Instagram, di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno memberi pesan kepada para pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018. "Sekarang kita ada kurang lebih 15 sampai 20 tahun menuju puncak bonus demokrasi, apa yang millenials akan ikrarkan?" ujar Sandiaga Uno di Ciputra Artpreneur World, Jakarta, Minggu, 28 Oktober 2018.

    BACA: Sandiaga: Dukungan Relawan Rhoma Memperkuat Perjuangan di Pilpres

    Sandiaga mengenang para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 90 tahun lalu, alias 17 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda digaungkan pada 28 Oktober 1928. "Kaum millenials saat itu sudah mengikrarkan sumpah pemuda, mereka jauh berada 17 tahun di depan kemerdekaan."

    Menurut Sandiaga Uno, saat ini hanya kaum millenials lah yang mengetahui apa langkah mereka ke depannya, menuju ke puncak demografi Indonesia. Sumpah itu, menurut Sandiaga akan bisa dilihat hasilnya pada seratus tahun sumpah pemuda, alias sepuluh tahun mendatang.

    BACA: Jokowi, Sandiaga Uno Hingga Awkarin Akan Bicara di Milenial Fest

    "Jadi pemuda bisa mewujudkan millenials sebagai pengisi kemerdekaan," ujar Sandiaga Uno. Lebih jauh, ia berharap kaum pemuda ke depannya bisa menjadi penggerak dan lokomotif bangsa Indonesia. "Kita akan bangga kalau millenials bisa menghasilkan karya terbaik untuk bangsa."

    Bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengenang langkah para pemuda 90 tahun lalu yang disrupsinya adalah dalam memilih bahasa. Kala itu, kata dia, pemuda memilih Bahasa Indonesia yang diambil dari Bahasa Melayu. Padahal, saat itu, mayoritas rakyat Indonesia berbicara Bahasa Jawa.

    "Disrupsi apa yang akan dilakukan milenial zaman now, kids zaman now, disrupsi dan sumpah seperti apa yang akan diucapkan?" kata Sandiaga.

    Sandiaga menghadiri ajang Indonesia Young Entrepreneur Summit 2018 di Ciputra Artpreneur World, Jakarta. Acara yang diselenggarakan Kahmipreneur ini mengumpulkan sekitar 1.800 peserta yang mayoritas adalah anak muda, mulai dari mahasiswa, entrepreneur, hingga wirausahawan. Sejumlah entrepeneur muda yang dihadirkan adalah Sandiaga Uno, CEO Hij-up Diajeng Lestari, co-founder Warunk Upnormal Hendra Novianto, CEO Indonesia Medical Gamal Albinsaid, hingga President Bukalapak Fajrin Rasyid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara