Stasiun LRT Palembang Rusak Parah Akibat Angin Kencang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana stasiun LRT Palembang rusak akibat diterjang angin kencang. Istimewa

    Suasana stasiun LRT Palembang rusak akibat diterjang angin kencang. Istimewa

    TEMPO.CO, Palembang - Sejumlah fasilitas umum di Kawasan Jakabaring, Kota Palembang, rusak dan porak poranda akibat angin kencang yang melanda kota itu pada Sabtu sore kemarin. Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan parah adalah Stasiun DJKA LRT Palembang.

    Baca: Mulai Desember 2018, PT KAI Terapkan Tiket Elektronik LRT

    Berdasarkan pantauan, Stasiun DJKA yang terletak di Jakabaring tersebut rusak pada bagian atap dalam, atap eskalator dan ruang tunggu keberangkatan.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Sumsel Kementerian Perhubungan RI, Suranto, mengatakan kerusakan yang terjadi di stasiun tersebut disebabkan angin kencang yang disertai hujan lebat di sekitar kawasan tersebut. “Terjadi hujan lebat dan angin kencang di sekitaran OPI (Jakabaring). Plafon banyak yang rusak dan kini sedang dibersihkan dan diperbaiki,” katanya, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Sementara itu, Kepala Proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk. untuk LRT Palembang, Masudi Jauhari, mengatakan pihaknya segera memperbaiki kerusakan sehingga tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta. “Untuk perbaikan tidak bisa cepat. Kami butuh waktu sekitar satu hingga dua minggu, tetapi kami upayakan bisa selesai cepat,” katanya.

    Menurut Masudi, pihaknya bakal berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator LRT untuk proses perbaikan, apakah perlu penutupan stasiun yang rusak atau tetap bisa beroperasi. “Kalaupun ditutup kami minta cukup 1 hari saja tetapi ini kewenangan KAI,” katanya.

    Humas PT KAI Divre III, Aida Suryanti, menjelaskan, sebagai antisipasi dampak cuaca yang tidak dapat diprediksi dan dalam mendukung keselamatan dan pelayanan LRT, untuk sementara pelayanan operasional LRT dialihkan. “Untuk pelayanan operasional naik turun penumpang LRT di 12 stasiun lainnya berjalan seperti biasa,” ujarnya.

    Kerusakan fasilitas umum tak hanya terjadi di Stasiun DJKA LRT Palembang melainkan sarana di Jakabaring Sport City (JSC). Beberapa di antaranya adalah tiang listrik yang roboh dan menimpa toilet di Venue Atletik, bangunan pengamat Venue Skiair roboh, bagian atap penonton Venue Skiair juga roboh. Juga ada papan reklame di area JSC yang roboh dan porak-poranda. Begitupun pada bagian sejumlah atap venue seperti atap Wisma Atlet, atap Venue Tenis dan sebagainya.

    Pengawas Keamanan, Ketertiban, dan Kebersihan (K3) PT JSC Rusli Nawi mengatakan, saat dirinya berada di Wisma Atlet JSC sekitar pukul 15.00 WIB turun hujan deras diiringi angin kencang. “Kerusakan parah terjadi di Venue Dayung dan Aquatik, atapnya habis. Lalu hampir merata semua venue mengalami kerusakan di bagian plafon dan atapnya,” katanya.

    Untuk kerugian yang diakibatkan peristiwa ini, Rusli belum bisa memperkirakannya. Sebab semua kerusakan di seluruh titik masih diinventarisasi dan akan disampaikan kepada direksi PT JSC. “Kalau sudah selesai inventarisasinya maka akan dihitung kerugian yang timbul akibat hujan dan angin kencang ini, tentunya akan kita sampaikan nanti,” ucapnya.

    Baca: Menteri BUMN: LRT Jabodebek Harus Lebih Baik dari Palembang

    Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan telah meminta kepada instansi terkait untuk langsung mengecek kondisi JSC terkini. “Segera kita perbaiki. Sudah saya perintahkan dan instruksikan kepada Sekda dan dinas terkait agar cepat ambil solusi perbaikan,” katanya terkait kerusakan yang tak hanya menimpa LRT Palembang tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.