Hari Sumpah Pemuda, Rektor IPB Ingatkan Ada Krisis Regenerasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani memanen cabai di lahan pertanian lereng Gunung Merapi, Stabelan, Tlogolele, Selo, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Sebagian warga yang mengungsi akibat letusan freatik Merapi pada Senin (21/5), telah beraktivitas meski status Gunung Merapi naik dari Normal menjadi Waspada. ANTARA

    Seorang petani memanen cabai di lahan pertanian lereng Gunung Merapi, Stabelan, Tlogolele, Selo, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Sebagian warga yang mengungsi akibat letusan freatik Merapi pada Senin (21/5), telah beraktivitas meski status Gunung Merapi naik dari Normal menjadi Waspada. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Berbarengan dengan momentum hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2018, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengingatkan bahwa pembangunan sektor agro-maritim saat ini menghadapi tangan krusial yakni regenerasi. "Kita saat ini sedang menghadapi krisis regenerasi pelaku-pelaku dalam bidang agro-maritim," kata Arif, dalam Diskusi Semangat Pemuda bertajuk Pemuda di Era Agro-Maritim 4.0 di Kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Baca: Hari Sumpah Pemuda, Pertamina Beri Promo Pembelian Bright Gas

    Krisis regenerasi khusus di pertanian, menurut Arif, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju seperti Amerika usia petani di atas 58 tahun, lalu Jepang usia petaninya di atas 65 tahun. "Indonesia relatif lebih muda di atas 45 tahun," katanya.

    Arif menyebutkan, di negara maju sudah menghadapi krisis regenerasi tersebut dengan melakukan intensifikasi dengan teknologi yakni menggunakan teknologi 4.0. Ini sudah diberlakukan oleh petani di Australia, dan Malaysia.

    Menghadapi tantangan tersebut, menurut Arif, IPB memiliki tanggungjawab modal untuk menyiapkan sebuah model agar regenerasi tercipta. "Karena IPB sudah menetapkan diri sebagai perguruan tinggi socio-technopreneurship yang mampu mendorong inovasi dan teknologi untuk masyarakat," katanya.

    Arif juga mengatakan, proses regenerasi dipercepat dengan melibatkan perguruan tinggi pertanian, dan kelautan lainnya yang ada di Indonesia untuk menghasilkan pelaku-pelaku pertanian-kelautan yang tangguh. "Kebutuhan ke depan lulusan kita bisa menghasilkan produk yang efisien dan berdaya saing, tidak melanggar HAM produknya," katanya.

    Lebih jauh Arif memperkirakan dalam kurun waktu 20 tahun jumlah buruh tani berkurang. Untuk mengisi kekosongan tersebut teknologi menjadi jawab untuk mengganti kekurangan buruh tani. "Dalam 15 tahun dari sekarang penting untuk kita mempersiapkan teknologi untuk menggantikan kelangkaan buruh. Ketika buruh sudah berkurang, teknologi harus siap," katanya.

    Ketua Pusat Bencana-LPPM IPB, Yonvitren mengatakan, dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, IPB menggelar diskusi untuk mendorong peran serta pemuda di era agro-maritim 4.0. "Momentum sumpah pemuda ini, IPB mendorong mahasiswa untuk meningkatkan perannya dalam era agro-maritim 4.0," kata Yonvitren.

    Baca: Hari Sumpah Pemuda, Istana dan Line Keluarkan Stiker Jokowi

    Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda itu, diskusi juga menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya, Rektor IPB, Dr Arif Satria, Dr Aji Hermawan Kepala LPPM-IPB, Dr Ario Damar, Kepala PKSPL-IPB, Dr Sofyan Sjaf Kepala PSP3 IPB, Amril S Rangkuti, Peneliti PKSPL-LPPM IPB. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.