PLN: Seluruh Rumah di Bali Sudah Sudah Nikmati Listrik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (depan kiri) meninjau Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV Pedan di Kabupaten Klaten. Menurut Nasri, sistem kelistrikan Jawa-Bali sudah kuno sehingga rawan terjadi banyak hambatan jika pembangkit-pembangkit listrik baru sudah beroperasi. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (depan kiri) meninjau Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV Pedan di Kabupaten Klaten. Menurut Nasri, sistem kelistrikan Jawa-Bali sudah kuno sehingga rawan terjadi banyak hambatan jika pembangkit-pembangkit listrik baru sudah beroperasi. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    TEMPO.CO,  Denpasar - PT PLN (Persero) Distribusi Bali mengklaim rasio elektronifikasi listrik di Pulau Dewata sudah mencapai 100 persen. 

    General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni mengatakan masih ada 27.000 rumah yang sudah terlayani tapi belum menjadi pelanggan. "Jadi sejak 18 Oktober 2018, seluruh rumah di Bali sudah menikmati listrik. Sekarang kami akan mendorong 27.000 rumah yang belum menjadi pelanggan tapi sudah terlayani itu untuk bisa menjadi pelanggan," paparnya usai mengikuti Upacara Hari Listrik Nasional ke-73 di Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu 27 Oktober 2018.

    Sebelumnya, kondisi kelistrikan di Bali, tersisa 113 rumah di 6 kabupaten yang belum terlayani. Enam kabupaten itu yakni Bangli, Klungkung, Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Tabanan. Data tersebut berasal dari survei yang dilakukan PLN bersama Universitas Udayana.

    Dalam rangka merayakan Hari Listrik Nasional ke-73, PLN Distribusi Bali melakukan bantuan penyambungan dan instalasi secara gratis lewat sumbangan dana yang dilakukan seluruh karyawan. 

    Dia memerinci dari sumbangan masing-masing karyawan PLN Bali telah terkumpul Rp118 juta yang digunakan untuk melakukan penyambungan dan instalasi ke 113 rumah tersebut. Sebanyak 99 rumah dialiri listrik melalui penarikan jaringan dan 14 rumah sisanya melalui mini solar systemkarena jarak yang jauh dengan perumahan lain. 

    Suwarjoni menerangkan dengan dilakukan penyambungan dan instalasi listrik ke 113 rumah tersebut, rasio elektronifikasi listrik di Bali telah menyentuh 100%. 

    Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan rasio elektrifikasi yang sudah 100% ini merupakan suatu prestasi dan kebanggan bagi Pulau Dewata. Setelah capaian ini, pihaknya pun menargetkan agar Bali lebih banyak memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber pembangkit listrik

    "Kami ingin mewujudkan Bali menggunakan energi hijau dengan EBT, agar Bali ini udaranya bersih apalagi sebagai daerah pariwisata," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.