Tumbuh 32 Persen, Investor Pasar Modal di Bali Mencapai 24 Ribu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kantor Regional 8 Bali Nusra menilai industri pasar modal di Pulau Dewata berkembang baik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan jumlah SID (Single Investor Identification) yang menunjukkan jumlah investor yang bertransaksi di pasar modal.

    Baca: Temui Investor di New York, Luhut Banggakan Perekonomian RI

    Hingga Agustus 2018, jumlah SID di wilayah Bali tercatat sebanyak 24.062 atau tumbuh sebesar 32,93% dibandingkan posisi Desember 2017 yang tercatat sebesar 18.101.  "Didominasi oleh saham, reksadana dan Surat Berharga Negara [SBN]," tutur Rochman Pamungkas, Deputi Direktur Pengawasan LJK 2 dan Perizinan OJK Bali, Jumat 26 Oktober 2018.

    Berdasarkan rincian OJK Bali, dari total SID tersebut, investor di saham tercatat sebesar 13.124, tumbuh sebesar 22,32% dibandingkan posisi Desember 2017 sebesar 10.729. Reksadana tercatat sebesar 14.005, tumbuh sebesar 49,71% dibandingkan posisi Desember 2017 sebesar 9.355.

    Adapun SBN tercatat sebesar 2.674, tumbuh sebesar 36,50% dibandingkan posisi Desember 2017 sebesar 1.959. Rohman menegaskan perkembangan itu  selain didukung oleh perusahaan sekuritas dan Agen Penjual Reksadana (APERD) yang beroperasi di Bali, juga di dukung  dengan kemudahan untuk melakukan  transaksi di pasar modal yang dapat dilakukan secara  online.

    "Hanya dengan bermodalkan  smartphone, sejalan dengan perkembangan industri digital di tanah air," paparnya.

    Namun, share jumlah investor pasar modal di wilayah Bali terhadap jumlah investor secara nasional relatif kecil, yaitu hanya sebesar 1,80%. Di Bali saat ini terdapat 16 Kantor Cabang Perusahaan Efek dengan 20 jaringan kantor, 24 Entitas APERD dengan 79 jaringan kantor, 3 perusahaan yang go public dan terdapat BEI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?