Kata Kadin Jawa Timur Soal Penggratisan Tarif Jembatan Suramadu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik sepeda motor melintasi Jembatan Suramadu, Surabaya, Rabu, 13 Juni 2018. ANTARA

    Pemudik sepeda motor melintasi Jembatan Suramadu, Surabaya, Rabu, 13 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Tim Ahli Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Edy Juwono mengatakan rencana penggratisan tarif melintasi Jembatan Suramadu di Jawa Timur bagi roda empat atau lebih tidak akan berpengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan masyarakat Madura. Pendapat itu didasari pada keberadaan Jembatan Suramadu yang selama ini tidak membuat daerah pinggiran jembatan dan lingkungan Madura tumbuh.

    Baca juga: 6 Tahun Jembatan Suramadu, Kenapa Madura Tak Lebih Maju

    "Keberadaan Jembatan Suramadu membutuhkan biaya perawatan yang tinggi, dan yang membiayai adalah pemerintah. Kalau digratiskan, apa sudah mampu melakukan perawatan?" katanya.

    Edy mencontohkan penggratisan yang sebelumnya dilakukan untuk jalur motor, dan terbukti perawatannya kurang sehingga banyak pengendara roda dua mengeluh karena jalannya tidak mulus serta berbahaya.

    "Artinya, apabila memang jalur mobil digratiskan harus siap dengan biaya perawatan yang lebih tinggi," katanya.

    Edy juga berharap, penggratisan yang dilakukan pemerintah tidak dengan niat politis, dan hanya berlangsung beberapa tahun sebab meski membayar masyarakat Madura dan beberapa pengusaha tidak terlalu keberatan.

    "Saya kira meski membayar juga tidak terlalu keberatan bagi pengusaha dan masyarakat Madura, sebab hanya Rp15 ribu," tuturnya.

    Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan untuk biaya perawatan sudah dipikirkan Pemerintah Pusat dan diambilkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

    "Ini karena pembangunan itu jadi satu dengan perawatan sehingga sudah dipikirkan," kata Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde itu.

    Sejak dioperasikan pada 2009, tarif Jembatan Suramadu adalah Rp 30 ribu bagi kendaraan roda empat atau lebih, lalu sejak 1 Maret 2016 diturunkan 50 persen menjadi Rp15 ribu, ditambah penggratisan bagi kendaraan roda dua.

    Penurunan tarif tol jembatan saat itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 60/KPTS/M/2016 tentang penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Pengurangan Besaran Tarif Tol Pada jalan Tol Jembatan Surabaya-Madura.

    Besaran tarif Jembatan Suramadu sampai sekarang yakni untuk kendaraan golongan I Rp15.000, golongan II Rp22.500, golongan III Rp30.000, golongan IV Rp37.500, golongan V Rp45.000, serta golongan VI gratis.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.