PT Angkasa Pura I: Traffic Penumpang Triwulan III Tumbuh 9 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi melihat foto-foto pameran foto bertajuk

    Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi melihat foto-foto pameran foto bertajuk "Cerita Perjalanan Kopi Nusantara" di pintu 3-4 keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin, 8 Oktober 2018. Pameran menyajikan foto-foto bertema kopi dan infografik perjalanan komoditas ini mulai pembibitan hingga cangkir penikmatnya. TEMPO/Rully Kesuma

    Jakarta - PT Angkasa Pura I mencatat hingga triwulan III 2018 lalu lintas penumpang di 13 bandara yang dikelolanya mencapai 73,02 juta atau meningkat 9 persen dari periode yang sama pada 2017 sebesar 66,9 juta penumpang.

    Baca juga: AP I Mulai Seleksi Investor yang Minati Proyek Bandara Lombok

    "Kami terus melakukan pengembangan bandara untuk memicu dan mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang tiap tahunnya," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Oktober 2018.

    Ia menjelaskan lalu lintas penumpang tertinggi terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Jumlah penumpang di I Gusti Ngurah Rai Bali sebanyak 17,7 juta orang atau sekitar 24,2 persen dari total lalu lintas penumpang di bandara Angkasa Pura I selama periode tersebut. Jumlah tersebut meningkat 7,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 16,4 juta penumpang.

    Sedangkan lalu lintas tertinggi kedua pada periode ini terjadi di Bandara Juanda Surabaya sebesar 15,9 juta orang atau sekitar 21,7 persen dari total lalu lintas bandara Angkasa Pura I. Angka ini lebih besar 7,12 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang hanya sebesar 14,8 juta orang.

    Untuk lalu lintas tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan total lalu lintas 10,1 juta orang atau 13,8 persen dari total trafik. Jumlah ini tumbuh 12,63 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 9 juta orang.

    Sementara untuk pertumbuhan lalu lintas penumpang tertinggi terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang dengan pertumbuhan sebesar 20,86 persen yaitu menjadi 3,89 juta orang dari 3,22 juta orang pada periode yang sama tahun lalu. Selanjutnya diikuti oleh Bandara Frans Kaisisepo Biak yaitu sebesar 19,27 persen atau sebesar 371.793 penumpang dari 311.722 penumpang pada periode yang sama 2017 lalu. Sementara itu, Bandara Pattimura Ambon mengalami pertumbuhan penumpang tertinggi ketiga dengan pertumbuhan 17,52 persen menjadi 1,13 juta orang dari 964.545 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    Ia menjelaskan salah satu faktor utama yang membuat pertumbuhan lalu lintas penumpang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai yang tertinggi yaitu dioperasikannya terminal baru pada Juni lalu. Di mana terjadi peningkatan luasan dan kapasitas penumpang yang dapat menampung penumpang mencapai 6,9 juta orang per tahun.

    "Peningkatan kapasitas bandara merupakan faktor utama untuk mendorong peningkatan trafik penumpang. Kami terus menggenjot pengembangan bandara-bandara kelolaan,” ujar Faik Fahmi.

    Untuk mengantisipasi dan mendorong potensi pertumbuhan lalu lintas penumpang, PT Angkasa Pura I menargetkan dua proyek pengembangan bandara dapat mulai dioperasikan (minimum operation) pada 2019 mendatang. Kedua proyek pengembangan bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Baru Yogyakarta (NYIA) yang ditargetkan dapat dioperasikan pada April 2019 dan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.