Triwulan III 2018, BCA Catat Laba Bersih Tumbuh 9,9 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA), Tbk Jahja Setiaatmadja (kedua kanan) didampingi Kepala Kantor Wilayah X Iwan Senjaya (ketiga kanan) menyapa nasabah pada peringatan Hari Pelanggan Nasional di kantor cabang utama BCA di Jakarta, Selasa, 4 September 2018. Hari Pelanggan Nasional diperingati setiap 4 September. ANTARA/Audy Alwi

    Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA), Tbk Jahja Setiaatmadja (kedua kanan) didampingi Kepala Kantor Wilayah X Iwan Senjaya (ketiga kanan) menyapa nasabah pada peringatan Hari Pelanggan Nasional di kantor cabang utama BCA di Jakarta, Selasa, 4 September 2018. Hari Pelanggan Nasional diperingati setiap 4 September. ANTARA/Audy Alwi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia atau BCA Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,9 persen year-on-year pada triwulan III 2018 menjadi Rp 18,5 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih tercatat Rp 16,8 triliun.

    Baca: BCA Tawarkan Bunga KPR 4,24 Persen di Pameran Ini

    "BCA secara konsisten menerapkan praktlk kehati-hatian dan mencermati kondisi perekonomian guna menjaga keberlangsungan kinerja bisnis kami," kata Wakil Presiden Direktur BCA Eugene K. Galbraith di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operaslonal lainnya, kata Eugene, meningkat 10,1 persen menjadi Rp 45,9 triliun dibandingkan Rp 41,7 trlllun pada sembilan bulan pertama 2017.

    Lebih jauh, Eugene mengatakan pertumbuhan neraca perseroan sehat. Pada periode ini portofolio kredit naik sebesar 17,3 persen ketimbang tahun lalu menjadi Rp 516 triliun. Adapun dana giro & tabungan (CASA) tumbuh 11,4 persen year-on-year menjadi Rp 477 triliun.

    ”BCA membukukan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebeiumnya. Kami melihat adanya peluang-peluang usaha serta peningkatan permintaan kredit usaha dari para nasabah," kata Eugene.

    Selama periode ini, rasio kredit bermasalah (NPL) BCA berada pada level 1,4 persen pada akhir September 2018. Angka tersebut, menurut Eugene, masih dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat sebesar 187,0 persen.

    Baca: Digital Perbankan, Buka Rekening BCA Bisa Tanpa Buku Tabungan

    Di samping itu, rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) tercatat sebesar 80,9 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,2 persen. Penyempurnaan dari LFR, Rasio lntermediasi Makroprudensial (RIM) yang baru diterapkan tercatat pada level 81.8 persen.

    Eugene mengatakan perseroan terus memperkuat bisnis inti dalam perbankan transaksi guna mendukung pertumbuhan CASA yang solid. CASA tercatat meningkat 11,4 persen ketimbang tahun lalu menjadi Rp 476,8 triliun

    "Dan tetap merupakan porsi utama dari dana pihak ketiga yaitu sebesar 77,7 persen pada akhir September 2018," ujar Eugene.

    Dalam komposisi CASA, dana giro tumbuh 12,7 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 163,1 triliun, sementara dana tabungan menlngkat 10,8 persen menjadiq Rp 313,7 triliun. Adapun dana deposito tercatat sebesar Rp 137,1 triliun atau 6,4 persen year on year.

    "Meskipun mengalami penurunan secara year on year, dana deposito BCA kembali mengalaml peningkatan sejak Maret 2018, sejalan dengan tren kenaikan suku bunga deposito," ujar Eugene.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.