Kurs Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp 15.070 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang, Jakarta, 25 Agustus 2015. Mata uang rupiah pada transaksi hari ini, Selasa 25 Agustus 2015, semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat di level Rp14.060 per Dolar AS. TEMPO/Subekti

    Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang, Jakarta, 25 Agustus 2015. Mata uang rupiah pada transaksi hari ini, Selasa 25 Agustus 2015, semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat di level Rp14.060 per Dolar AS. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan rupiah bergerak menguat hari ini ke level Rp 15.070 - Rp 15.190 per dolar Amerika Serikat. "Sinyal menguat secara teknikal saja," kata William saat dihubungi, Jumat, 26 Oktober 2018. Ia menilai sentimen dari dalam negeri masih minim untuk mempengaruhi pergerakan rupiah.

    Baca: 4 Tahun Jokowi, Rizal Ramli Kritik Pertumbuhan, Utang Hingga Kurs

    Sementara itu, analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 15.175 - Rp 15.242 per dolar AS. Reny belum memberikan alasan mengenai faktor apa saja yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah.

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat kemarin. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.210 pada 25 Oktober 2018.

    Angka tersebut menunjukkan pelemahan 37 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.193 pada 24 Oktober 2018. Sedangkan pada 25 Oktober 2018, kurs jual per dolar AS yaitu Rp 15.286 dan kurs beli Rp 15.134. Kurs rupiah di level Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. 

    Baca: Tim Prabowo - Sandiaga: Kebijakan Jokowi Gagal Jaga Rupiah

    Berbeda dengan kondisi rupiah, pada hari Kamis kemarin mata uang lain di Asia mayoritas terpantau melemah, dipimpin won Korea Selatan dan dolar Taiwan masing-masing sebesar 0,53 persen dan 0,16 persen. Won memimpin pelemahan dalam mata uang di kawasan Asia setelah aksi jual dalam bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu lalu memperburuk sentimen risiko global sekaligus memperuncing kemerosotan dalam pasar ekuitas di Asia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.