Indef Catat Dampak Positif Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri ke kanan) Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri, Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Yati Kurniati, Direktur Eksekutif INDEF Enny S. Hartati, dan Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Schneider Siahaan dalam diskusi Iluni UI di Kampus Salemba UI, Jakarta Pusat, 3 April 2018. TEMPO/Lani Diana

    (kiri ke kanan) Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri, Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Yati Kurniati, Direktur Eksekutif INDEF Enny S. Hartati, dan Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Schneider Siahaan dalam diskusi Iluni UI di Kampus Salemba UI, Jakarta Pusat, 3 April 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di sejumlah ruas jalan DKI menguntungkan secara ekonomi. Kebijakan ganjil genap dinilai secara otomatis dapat menekan angka kerugian materi akibat kemacetan yang mencapai triliunan rupiah per tahun.

    Simak: Indef Prediksi Neraca Perdagangan September Defisit USD 1,5 M

    Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan kebijakan ganjil genap mengurangi volume kendaraan sehingga secara kerugian kemacetan bisa ditekan baik secara materi dan non materi.

    Meski demikian, dia belum melakukan hitung-hitungan secara pasti penekanan angka kerugian itu. Kerugian materi, kata dia, akibat kemacetan sebenarnya ada di jalan tol.

    "Tapi ada beberapa catatan. Pertama, kerugian materi paling besar dari kemacetan ada di angkutan logistik. Kalau perlu pengaturan di jalan tol kawasan industri ke Tanjung Priok juga harus di optimalkan," ujarnya saat dihubungi, Kamis 25 Oktober 2018.

    Kedua, lanjut Bhima, transportasi publik dari sisi armada, jarak tempuh dan pelayanan harus terus diperbaharui dengan maksimal sehingga sistem ganjil genap dapat menimbulkan perpindahan lebih besar ke transportasi publik.

    Di sisi lain, dia merekomendasikan agar perlu menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar yang bisa diterapkan di jalan protokoler. Hal ini sebagai langkah lanjutan setelah penerapan sistem ganjil-genap. "Cara ini efektif diterapkan di negara seperti Singapura, London, dan Ontario di Kanada," ungkapnya.

    Sebelumnya, sistem ganjil genap di sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta resmi diperpanjang setelah dinilai berhasil selama penerapan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

    Perpanjangan sistem ganjil genap sudah diberlakukan pada Senin (15/10), dengan dibagi dalam dua sesi yakni pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan 16.00 WIB-20.00 WIB. Hal ini berbeda dengan skema yang diterapkan selama Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 yaitu selama 15 jam penuh.

    Perpanjangan kebijakan sistem ganjil genap akan dilaksanakan selama 2,5 bulan atau hingga 31 Desember 2018. Kebijakan ini tidak akan berlaku pada Sabtu, Minggu, maupun hari libur nasional.

    Selain itu, sistem ganjil genap tidak berlaku pada persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk tol dan sebaliknya pintu keluar tol sampai persimpangan terdekat.

    Simak berita tentang Indef hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.