Jokowi Sebut Menteri Susi Galak dan Agresif, Simak Tiga Fakta Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti menerima bunga dari penonton saat menjadi model koleksi desainer Anne Avantie lewat tema Badai Pasti Berlalu dalam perhelatan mode Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, 23 Oktober 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti menerima bunga dari penonton saat menjadi model koleksi desainer Anne Avantie lewat tema Badai Pasti Berlalu dalam perhelatan mode Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, 23 Oktober 2018. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bercerita soal para menteri perempuan di kabinet kerja saat membuka acara The International Young Muslim Women Forum di Hotel Aryaduta, Jakarta. Jokowi mengatakan para mentei wanita memang memiliki karakter yang beragam satu sama lain.

    BACA: Jokowi: Fokus Ekonomi Bukan di Jawa Lagi

    Menurut Jokowi, ada beberapa menteri perempuan yang kalem seperti Menteri Kesehatan Nila F. Djuwita Moeloek. "Tapi ada juga yang galak dan agresif seperti Bu Menteri Kelautan, Bu Susi Pudjiastuti. Ini galak, nekat, sudah ada 343 kapal ditenggelamkan dan gak ada yang protes takut semua sama Bu Menteri," kata Jokowi, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Kenyataan di lapangan, Susi memang kerap melancarkan kebijakan yang kemudian memicu kontroversi. Tak jarang kontroversi datang dari rekannya sendiri di pemerintahan. Berikut di antara kebijakan Susi tersebut.

    1. Tenggelamkan!

    Sejak dilantik menjadi menteri Jokowi, Susi memang dikenal dengan seruannya yaitu Tenggelamkan!, sebuah ancaman bagi kapal asing yang masih berani mencuri ikan di laut Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sempat meminta agar tak ada lagi penenggelaman kapal di tahun 2018. Kedua ingin Susi fokus meningkatkan ekspor produk perikanan.

    Kenyataannya Susi tak bergeming dan terus menenggelamkan kapal pencuri ikan. Januari hingga Agustus 2018, total sebanyak 125 kapal telah ditenggelamkan oleh Susi. Di sisi lain, Susi meyakini nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada tahun 2018 akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab hingga semester I 2018 saja, total ekspor sudah mencapai US$ 2,27 miliar atau meningkat 12,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 2 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.