Perusahaan Asal Karawang Ini Ekspor Telur Asin ke Singapura

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mencuci telur asin yang telah diasinkan dengan cara direndam dengan campuran tanah liat dan garam selama dua minggu di Brebes, Jawa Tengah, 22 Juli 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja mencuci telur asin yang telah diasinkan dengan cara direndam dengan campuran tanah liat dan garam selama dua minggu di Brebes, Jawa Tengah, 22 Juli 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan peternakan itik dan telur asin olahan asal Karawang, Jawa Barat, UD Surya Abadi, terus meningkatkan jumlah ekspor produk makanan telur asin mereka ke negeri tetangga, Singapura. Hingga saat ini, perusahaan ini telah mengekspor total sebanyak 17 ribu butir telur asin seberat 2 ton senilai Rp 45 juta.

    Baca: Yakin Ekspor Ikan Naik, Susi Pudjiastuti: Kebijakan Kami Benar

    "Pengiriman akan terus berlanjut hingga mencapai 100 ribu butir, total nilai ekspor mencapai Rp 270 juta," kata pemilik UD Surya Abadi, Rully Lesmana, dalam keterangan yang dilansir oleh Kementerian Pertanian pada Kamis, 25 Oktober 2018.

    UD Surya Abadi merupakan satu-satunya eksportir telur asin yang berhasil menembus pasar Singapura sejak November 2012. Saat itu,UD Surya Abadi mulai mengekspor sebanyak 60 ribu butir telur asin. Kemudian berlanjut pada 2014 dan 2015, masing-masing 8 ribu butir dan 32 ribu butir.

    Di tengah jalan, kegiatan ekspor ini sempat terhenti lantaran keterbatasan bahan baku dan perubahan regulasi di Singapura. Selama ini, produk Indonesia memang masih sulit menembus pasar Singapura karena negara itu mulai menerapkan sistem sertifikasi uji laboratorium. Telur asin yang akan masuk pasar Singapura harus diuji dulu di laboratorium Agri-Food & Veterinary Authority (AVA) of Singapore

    Akan tetapi, perubahan regulasi ini membuat UD Surya Abadi mulai mengembangkan usaha peternakan yang lebih luas dengan standar Singapura.UD Surya Abadi kini telah mengantongi sertifikat NKV (Nomor kontrol Veteriner) level 2 sejak tahun 2010 yang menandakan produk peternakan layak ekspor. Sertifikat tersebut adalah jaminan keamanan pangan kepada pembeli di negara tujuan.

    Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian, Fini Murfiani, mengatakan kementeriannya akan mengawal kegiatan perdagangan telur asin ini. Ia ingin pengusaha seperti UD Surya Abadi bisa mendapat pasokan bahan baku yang lancar sehingga dapat memenuhi permintaan pembeli.

    Selain Singapura, Kementerian Pertanian juga akan membatu pengusaha telur asin Indonesia untuk masuk ke pasar Hong Kong dan Brunei Darussalam. Ke depan, kata Fini, permintaan telur asin diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya kuliner dengan tambahan rasa telur asin. "Potensi ekspor ini tidak akan disia-siakan Indonesia," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.