Hingga 2019, PUPR Targetkan Pembangunan 911 Km Jalan Tol Kelar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 3 September 2018. Jalan tol Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Kilometer ini nantinya tersambung dengan jalan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, yang juga sedang proses pengerjaan, yang diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan di jalan tol dalam kota dan JOR. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 3 September 2018. Jalan tol Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Kilometer ini nantinya tersambung dengan jalan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, yang juga sedang proses pengerjaan, yang diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan di jalan tol dalam kota dan JOR. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengebut target penambahan jalan tol baru hingga akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, pada tahun depan. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Herry trisaputra Zuna, mengatakan lembaganya sudah nyaris mencapai target yang ditetapkan di masa awal pemerintahan.

    BACA: Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 2,17 T untuk Jalan Tol Terbanggi Besar

    "Hanya sedikit lagi, dan kami masih punya setahun. Yang sudah konstruksi digenjot, yang masih persiapan kita kejar lelangnya," ucap Herry kepada Tempo, Selasa 23 Oktober 2018.

    Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementerian PU 2015-2019, BPJT menargetkan pembangunan jalan tol baru sepajang 1.060 kilometer. Jumlah itu akan menambah 780 Km jalan bebas hambatan yang sudah berdiri dari era sebelumnya. Belakangan, pemerintah mengevaluasi rencana tersebut dan menaikkan angka target 2019 menjadi 1.852 km.

    Pada periode 2015-2017, ucap Herry, panjang ruas baru sudah mencapai 332 Km. Adapun panjang total tol baru yang dibangun selama sembilan bulan terakhir mencapai 136 Km. Hingga akhir tahun, pemerintah pun akan mengoperasikan 13 ruas baru sepanjang 473 Km.

    "Jadi Kami bisa menembus pembangunan 941 Km tol baru pada tahun ini," tuturnya. "Berarti hanya tersisa 911 Km untuk mencapai target 1.852, kan."

    Herry menjanjikan pembangunan tak melambat usai pencapaian target, khususnya untuk proyek tahapan panjang. Dia mencontohkan dengan ruas Trans-Sumatera, yaitu Tebing Tinggi-Pematang Siantar dan Pematang Siantar- Parapat yang total panjangnya bisa mencapai 62 Km. Tol itu merupakan tahap lanjutan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang rampung pada 2017 lalu.

    "Itu dikejar sampai 2020. Memang masih lama karena dikerjakan belakangan," ujarnya.

    Kepala Panitia Pelelangan BPJT, Eka Pria Anas, mengatakan persoalan lahan masih menjadi penghambat utama pengerjaan tol. Menurut dia, konstruksi kerap terganggu karena harus menunggu pengadaan lahan. "Umumnya lama karena negosiasi harga, pemenuhan dokumen. Ada pula yang setelah penentuan lokasi, masih ditolak masyarakat," katanya kepada Tempo.

    Tol Cikopo Palimanan, Eka mencontohkan, bisa dirampungkan cepat ketika lahannya bebas secara menyeluruh. Tol sepanjang 116 Km itu diresmikan pada 2015. "Jalur sepanjang itu diselesaikan dalam dua tahun, terbukti jadi sangat cepat."

    Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, memastikan pemerintah tak menunda pengoperasian jalan tol, meski masih tahap penyelesaian. "Makanya ada yang cuma 6 Km, asal gate to gate dan bisa dipakai, kita langsung fungsikan dulu," kata Basuki kala mempresentasikan capaian 4 tahun kinerja kementeriannya.

    Direktur Utama PT Waskita Toll Road, Herwidiakto, menilai pengembang jalan tol lebih bersemangat dalam pengembangan proyek. Di Trans Sumatera, anak usaha PT Waskita Karya (persero) Tbk itu menggenjot pengerjaan dua ruas, yakni Seksi 7 Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dan ruas Kayu Agung-Palembang-Betung, agar bisa dibuka tahun depan. "Kami berkonsentrasi dengan yang sudah berjalan," katanya pada Tempo.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE | HENDARTYO HANGGI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.