4 Tahun Jokowi, Ketahanan Pangan Membaik Meski Tak Loncat Tinggi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penjualan beras di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 27 November 2017. Kepala Bulog Djarot Kusumajakti mengatakan saat ini pihaknya masih menyimpan stok 1,2 juta ton baik untuk beras sejahtera (rastra), cadangan pangan, maupun komersial. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas penjualan beras di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 27 November 2017. Kepala Bulog Djarot Kusumajakti mengatakan saat ini pihaknya masih menyimpan stok 1,2 juta ton baik untuk beras sejahtera (rastra), cadangan pangan, maupun komersial. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan skor ketahanan pangan Indonesia terus membaik selama 4 tahun Jokowi - JK. Kendati demikian belakangan ini pemerintah mendapat sorotan karena kebijakan impor beras yang dinilai tinggi.

    Baca: 4 Tahun Jokowi, Pengelolaan Utang Diklaim Lebih Sehat

    "Tahun ini impor lumayan ok. Tapi skor ketahanan pangan kita membaik, walaupun tidak melakukan loncatan besar," ujar Darmin di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

    Skor ketahanan pangan global Indonesia terlihat membaik dalam 4 tahun Jokowi - JK. Pada 2014, skor Indonesia tercatat 49,2. Angka itu terus membaik ke 50,7 pada 2015, 53,6 pada 2016 dan sempat turun menjadi 53,2 pada 2017. Namun, pada tahun ini, skor itu kembali membaik dengan mencatatkan skor 54,8 persen.

    Apabila ditinjau berdasarkan peringkatnya, indeks ketahanan pangan global Indonesia membaik setelah sempat turun dari peringkat ke-72 pada 2014 menuju ke-74 pada 2015. Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-71 pada 2016. Posisi Indonesia terus naik dengan berada di peringkat ke-69 pada 2017 dan peringkat ke-65 pada 2018.

    "Indonesia masih agak kalah bila dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Namun, dibandingkan dengan negara lainnya, kita lebih baik," ujar Darmin. Indeks ketahanan pangan itu, mencakup sektor pangan lain selain beras misalnya sektor perikanan.

    Berdasarkan pemaparan Darmin, dalam 4 tahun Jokowi - JK, inflasi pangan cenderung mencapai di atas 3 persen. Angka inflasi pangan sempat di bawah 3 persen pada tahun 2017 yaitu 0,71 persen dan 2018 ketika menyentuh angka 1,94 persen.

    Komoditas pangan yang dominan memberikan andil terhadap inflasi, menurut laporan tersebut, antara lain adalah beras, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, Minyak Goreng dan Kentang. Beberapa hal yang mempengaruhi stabilitas harga beras dan hortikultura adalah kebijakan harga eceran tertinggi beras, rendahnya suplai gabah, dan faktor musiman. Sementara, Volatilitas harga daging ayam dan telur ayam dipengaruhi oleh stabilitas pasokan dan harga jagung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.