4 Tahun Jokowi, Menteri Ekonomi Paparkan Kinerja Pemerintah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah menteri ekonomi memaparkan kinerja pemerintah sepanjang empat tahun terakhir, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018. Sumber: Setneg

    Sejumlah menteri ekonomi memaparkan kinerja pemerintah sepanjang empat tahun terakhir, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018. Sumber: Setneg

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah menteri Kabinet Kerja bidang ekonomi memaparkan kinerja selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemerintahan Jokowi genap berjalan empat tahun pada 20 Oktober lalu.

    Baca: 4 Tahun Jokowi, Berjaya di Infrastruktur tapi Loyo di Manufaktur

    "Ada lima pilar yang akan disampaikan, yang pertama, pembangunan ekonomi dan daya saing oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Darmin Nasution)," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

    Moeldoko membuka pemaparan sekitar pukul 08.00 WIB. Ia mengantar pemaparan tersebut dengan membacakan sejumlah pencapaian makroekonomi era Jokowi.

    "Dalam empat tahun pemerintahan, makro ekonomi dikelola dengan baik dan penuh kehati-hatian," ujar Moeldoko. Pertumbuhan ekonomi berhasil dicapai di kisaran 5 persen dan terus mengalami peningkatan.

    Selain itu, kata Moeldoko, pemerintah juga bisa menurunkan angka pengangguran dengan membuka kesempatan-kesempatan kerja. "Presiden menjanjikan 10 juta, sekarang sudah 8,7 juta. Sampai akhir pemerintahan harapannya bisa melampaui."

    Di samping itu, Moeldoko mengatakan pemerintah sukses menekan inflasi dari kisaran 8 persen di 2014 menuju kisaran 3,5 persen. Rendahnya angka inflasi tersebut diharapkan bisa menjaga daya beli dan membeli ruang gerak bagi masyarakat.

    "Untuk pertama kalinya angka kemiskinan mencapai satu digit, yaitu 9,82 persen pada 2018, sementara ketimpangan pendapatan turun ke 6,89 persen di Maret 2018," ujar Moeldoko.

    Moeldoko pun menyebut selama empat tahun pemerintahan Jokowi - JK, fiskal dan moneter Indonesia dikelola secara hati-hati dan dengan baik. Hal tersebut tercermin dari defisit APBN yang dijaga di bawah 3 persen. Begitu pula dengan defisit transaksi berjalan yang terus ditekan di bawah 3 persen dari PDB.

    Tak hanya itu, Moeldoko juga mengatakan cadangan devisa Indonesia sejauh ini masih aman dan diatas standar yang ditetapkan. "Rasio utang dijaga di bawah 30 persen, di bawah amanat UU yang maksimal 60 persen."

    Selepas pemaparan dari Moeldoko, Menteri Darmin Nasution dipersilakan untuk memaparkan secara mendetail kinerja ekonomi Indonesia selama empat tahun. Selain Darmin Nasution, sejumlah menteri lain yang hadir antara lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

    Baca: 4 Tahun Jokowi, Rizal Ramli Kritik Pertumbuhan, Utang Hingga Kurs

    Lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Beberapa menteri ekonomi yang tak terlihat di antaranya adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

    Simak berita menarik lainnya terkait Jokowi hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.