4 Tahun Jokowi, Moeldoko Jelaskan Alasan Pemerintah Fokus Bangun Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyampaikan pidato saat pembukaan Global Land Forum di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin, 24 September 2018. Kegiatan Global Land Forum ini dihadiri 84 perwakilan negara International Land Coalition. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyampaikan pidato saat pembukaan Global Land Forum di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin, 24 September 2018. Kegiatan Global Land Forum ini dihadiri 84 perwakilan negara International Land Coalition. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan alasan Pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama 4 tahun Jokowi-JK ini fokus membangun infrastruktur. Menurut Moeldoko, membangun infrastruktur sama dengan membangun peradaban manusia.

    Baca juga: 4 Tahun Jokowi, Rapor Merah Ekonomi Berdasarkan Tolok Ukur RPJMN

    Moeldoko mengatakan sebelumnya masyarakat di perbatasan menghadapi banyak kesulitan. Bahkan, menurut dia, banyak yang bertanya masyarakat di perbarasan Indonesia atau bukan.

    "Kini akses telah terbuka yang selebar lebarnya. Presiden memiliki konsep Indonesiasentris, di mana fokus pembangunan tidak hanya di Jawa dan Bali," kata Moeldoko di Gedung BPPT, Senin, 22 Oktober 2018.

    Menurut Moeldoko, pemerintah fokus membangun infrastruktur juga untuk membangun manusia. Moeldoko mengatakan infrastruktur memberikan kemudahan.

    Menurut dia, pembangunan infrastruktur juga menghasilkan kemudahan di bidang investasi. Hal itu terlihat dari peningkatan posisi Indonesia dalam kemudahan berusaha atau ease of doing business. "Nilai investasi mengalir deras ke Indonesia," ujar Moeldoko.

    Moeldoko mengatakan tidak ada yang sempurna, termasuk dalam pembangunan di pemerintahan Jokowi-JK. Moeldoko menilai masih banyak yang perlu dioptimalkan.

    Untuk mengoptimalisasi pembangunan, kata Moeldoko, perlu partisipasi dari semua pihak. "Ada yang kurang di nawacita. Yang belum sempurna mari kita perbaiki semua bersama. Karena pemerintah tidak alergi dengan kritik, kita semua terbuka," ujar Moeldoko.

    Menurut Moeldoko, masih ada kekurangan dalam pemerintahan dan masih perlu perjuangan panjang. Salah satunya masih ada masyarakat yang miskin sekitar 25 juta orang. Namun, kata Moeldoko, pemerintah juga memberikan konsentrasi terhadap 10 juta penduduk yang betul-betul miskin.

    Moeldoko mengatakan setelah sekian lama, akhirnya tingkat kemiskinan bisa tembus 1 digit atau 9,82 persen pada masa 4 tahun Jokowi-JK. Hal itu menurut Moeldoko merupakan hal yang baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.