Ini Sebab Dana Saksi Pemilu 2019 Tak Dibiayai APBN

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan tidak memasukkan dana saksi bagi partai politik (parpol) Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Payung hukum menjadi alasan dana saksi tidak dibiayaii APBN.

    Baca: Timses Jokowi - Ma'ruf Bantah Pasang Iklan Kampanye di Videotron

    Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menuturkan hingga pembahasan terakhir dengan tim perumus UU APBN 2019, dana saksi dalam Pemilu tidak masuk anggaran APBN.

    "Dana saksi itu di amanat UU Pemilu memang tidak didanai dari APBN. Yang didanai APBN itu adalah dana pelatihan saksi," ujarnya saat ditemui seusai rapat tim perumus Rancangan APBN (RAPBN) 2019 di DPR, Senin, 22 Oktober 2018.

    Menurut Askolani, anggaran dana pelatihan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu sudah masuk dalam RAPBN 2019. Sayangnya dia tidak dapat memerinci berapa besaran dana pelatihan saksi ini.

    Badan Anggaran (Banggar) DPR telah menerima usulan anggaran dana saksi untuk Pemilu 2019 sebesar Rp 3,9 triliun dari Komisi II DPR yang dianggarkan dalam APBN 2019. Dana saksi itu diberikan kepada parpol dan pengelolaannya diserahkan kepada Bawaslu. Namun pemerintah keberatan karena tidak diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Adapun RAPBN 2019 akan masuk dalam tahap pembahasan rapat kerja pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan bersama dengan Badan Anggaran DPR, pada Kamis, 25 Oktober 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.