Uber Ajukan Banding Didenda 6,6 Juta Dolar Singapura

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan Uber dalam peluncuran di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 13 September 2016. Uber meluncurkan layanan taksi dengan sistem kendaraan otonom (tanpa pengemudi) dan langsung diuji coba di Pittsburgh. REUTERS

    Sejumlah kendaraan Uber dalam peluncuran di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 13 September 2016. Uber meluncurkan layanan taksi dengan sistem kendaraan otonom (tanpa pengemudi) dan langsung diuji coba di Pittsburgh. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Uber Technologies Inc akan mengajukan banding atas denda sebesar $ 6,6 juta yang dijatuhkan badan persaingan usaha Singapura terkait merger bisnis di Asia Tenggara dengan Grab. Uber mengatakan banding diajukan terpisah dari Grab.

    Perusahaan yang berbasis di AS itu menyatakan putusan Competition and Consumer Commission of Singapore (CCCS) bahwa transaksi antara Uber dan Grab menggerus kompetisi yang sehat dan Uber melanggar aturan tidaklah tepat.

    CCCS diminta untuk membatalkan putusan tersebut. Uber memandang CCCS telah menerapkan definisi yang terlalu sempit dalam hal pasar ride-hailing.

    Rencana Go-Jek masuk ke Singapura juga disinggung oleh Uber, yang menilai bahwa ekspansi perusaahaan asal Indonesia itu akan menciptakan persaingan yang kuat. Uber menolak tudingan CCCS bahwa mereka tahu aksi korporasi itu melanggar hukum tapi tetap melakukannya.

    “Justru sebaliknya, kami menilai langkah tersebut sangat menghargai hukum dan tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan,” papar Uber seperti dilansir Reuters, Senin, 22 Oktober 2018.

    Uber dan Grab dijatuhi denda senilai total $ 13 juta oleh CCCS pada September 2018. Uber dikenai kewajiban membayar $ 6,6 juta, sedangkan Grab $ 6,4 juta.

    Hal ini merujuk pada akuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara oleh Grab pada Maret 2018. Sebagai gantinya, Grab mendapatkan saham sebesar 27,5 persen di entitas gabungan kedua perusahaan.

    Pekan lalu, Philippine Competition Commission (PCC) juga menjatuhkan denda kepada kedua perusahaan ini, dengan nilai total 16 juta peso atau hampir Rp 4,5 miliar. Perinciannya, Grab dan Uber mesti membayar 4 juta peso secara kolektif karena gagal memisahkan bisnis mereka ketika kajian dari PCC masih berlangsung.

    Grab juga harus membayar 8 juta peso secara terpisah karena gagal menjaga kondisi perusahaan seperti sebelum terjadinya merger, seperti penetapan tarif, promosi penumpang, insentif supir, dan kualitas layanan. Sementara itu, Uber mesti membayar 4 juta peso karena hal yang sama.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.