Kurs Rupiah Menguat di Jisdor, Rp 15.192 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat hari ini, Senin, 22 Oktober 2018. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.192 pada 22 Oktober 2018.

    Baca juga: Kurs Rupiah Diperkirakan Bergerak Rp 15.175-15.196 Pekan Depan

    Sedangkan pada 19 Oktober lalu, rupiah di kurs Jisdor tercatat Rp 15.221 per dolar AS. Sedangkan pada 22 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.268 dan kurs beli Rp 15.116.

    Angka Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. Hingga saat ini kurs rupiah masih menyentuh Rp 15 ribu per dolar AS.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan rupiah menguat hari ini. William memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.970 - Rp 15.200 per dolar Amerika Serikat.

    "Prediction rupiah sepekan ini akan menguat dalam range 14.970 - 15.200," kata William saat dihubungi, Senin, 22 Oktober 2018.

    Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah cenderung bergerak menyamping atau sideways. Reza memperkirakan rupiah berada pada rentang support Rp 15.196 dan resisten Rp 15.175 per dolar Amerika Serikat.

    "Pergerakan rupiah diperkirakan masih cenderung bergerak sideways, di mana pergerakan imbal hasil obligasi AS dan dolar AS masih akan kembali dicermati pelaku pasar," kata Reza saat dihubungi, Ahad, 21 Oktober 2018.

    Menurut Reza, masih adanya kekhawatiran akan kebijakan kenaikan suku bunga The Fed yang mempengaruhi pergerakan sejumlah mata uang terhadap dolar AS termasuk rupiah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.