IHSG Dibuka Menguat Seiring Respons Positif Kinerja Emiten

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 22 Oktober 2018, dibuka menguat 4,12 poin seiring respons positif investor terhadap kinerja emiten.

    Baca juga: IHSG Diperkirakan Bergerak di Rentang 5.665-5.715 Pekan Depan

    IHSG BEI dibuka menguat 4,12 poin atau 0,07 persen menjadi 5.841,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,02 poin atau 0,11 persen menjadi 917,46.

    Vice President Research Department, Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan kinerja emiten kuartal ketiga diharapkan positif menjaga pola gerak IHSG di area penguatan.

    "Hingga beberapa waktu mendatang, tren IHSG akan cenderung menguat seiring respons positif investor terhadap kinerja emiten kuartal ketiga," katanya.

    Ia menambahkan kinerja emiten yang tumbuh menandakan fundamen ekonomi Indonesia cukup kondusif meski dibayangi kekhawatiran melambatnya perekonomian global akibat perang dagang.

    "Meski demikian, tentu terdapat momentum koreksi namun sifatnya relatif wajar, investor dapat memanfaatkan situasi itu untuk tetap melakukan akumulasi pembelian," katanya.

    Kepala Riset Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan optimistis pergerakan IHSG pada pekan ini akan masuk dalam tren positif mengingat salah satu indikator ekonomi makro seperti data neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus.

    "Data makro ekonomi kita cukup baik, itu akan menjaga IHSG ke depannya," katanya.

    Selain IHSG, bursa regional di antaranya indeks nikkei melemah 78,89 poin (0,35 persen) ke 22.453,19, indeks Hang Seng menguat 321,95 poin (1,26 persen) ke 25.883,35, dan indeks Strait Times menguat 7,51 poin (0,25 persen) ke posisi 3.070,02.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.