Harga Minyak Bergejolak, Subsidi Energi Rp159 T Dinilai Tak Cukup

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi Premium ke tangki sepeda motor di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, Pertamax, menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Petugas mengisi Premium ke tangki sepeda motor di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, Pertamax, menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Penetapan subsidi energi sebesar Rp159,9 triliun dalam postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019 mengindikasikan pemerintah menyediakan ruang penyesuaian harga BBM tahun depan.

    Baca: Sri Mulyani Sebut Kenaikan Subsidi Energi untuk Menjaga Daya Beli

    Direktur CORE Indonesia M. Faisal menuturkan subsidi energi sebesar Rp159,9 triliun tidak akan cukup untuk menutupi subsidi energi, terutama dengan memperhitungkan semakin tingginya harga minyak dunia tahun depan.

    "Dengan demikian artinya secara tidak langsung pemerintah sudah merencanakan untuk kembali melepas sebagian subsidi BBM," ujar Faisal kepada Bisnis, Jumat 19 Oktober 2018.

    Artinya, dia menambahkan harga BBM subsidi yaitu solar dapat meningkat tahun depan.

    Rapat Panitia Kerja (Panja) A Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menetapkan subsidi energi sebesar Rp159,9 triliun dan juga subsidi nonenergi sebesar Rp64,3 triliun. Dalam pos subsidi energi, penurunan terjadi sekitar Rp4,1 triliun dari semula Rp164 triliun, menjadi Rp159,9 triliun.

    Baca: Banggar Setuju Subsidi Energi di RAPBN 2019 Naik jadi Rp 157,79 T

    Pengurangan sebesar Rp4,1 triliun perinciannya antara lain Rp3,1 triliun dari subsidi BBM dan LPG, subsidi listrik Rp1 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.