Kamis, 15 November 2018

RI Negara Pertama Pelatihan Ahli Teknologi yang Diumumkan Jack Ma

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Alibaba Group Jack Ma mengumumkan program 10 x 1.000 Tech for Inclusion kerja sama antara International Financial Corporation (IFC), anggota dari Grup Bank Dunia, serta Ant Financial Services Group (Ant Financial) dan operator dari Alipay.

    Baca juga: Segera Didirikan, Apa Saja Materi Pelatihan di Jack Ma Institute

    Inisiatif ini memiliki program yang lengkap dengan mengutamakan kegiatan yang interaktif dan pertukaran ide untuk melatih 10 ribu ahli teknologi dari negara-negara berkembang, baik dari sektor publik dan swasta dalam 10 tahun ke depan.

    "Program ini bertujuan untuk membangun platform yang interaktif dan terbuka dalam meningkatkan dukungan bagi para pemimpin di bidang teknologi dan individu terampil; mereka yang bergerak pada upaya mengurangi angka kemiskinan serta membuat layanan dasar keuangan untuk masyarakat di negara-negara berkembang," kata Jack Ma, pendiri dan Executive Chairman Alibaba Group, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Indonesia adalah negara pertama yang dilibatkan di program ini. “Saya percaya berinvestasi pada masyarakat berarti berinvestasi untuk masa depan," ujar Jack Ma.

    Menurut Jack Ma, membangun talenta merupakan salah satu tindakan penting yang dapat dilakukan ekosistem Alibaba. Jack Ma berharap negara-negara berkembang dapat mengambil manfaat dari talenta-talenta yang dilatih dalam program 10x1.000 Tech for Inclusion dan mampu menggapai masa depan yang lebih cerah melalui ekonomi digital.

    Jack Ma juga berperan sebagai penasihat di Komite Pengarah Peta Jalan E-Dagang Indonesia. Program 10x1.000 Tech for Inclusion ini akan bekerja sama dengan mitra lokal dari sektor publik dan swasta di negara-negara berkembang. Serangkaian lokakarya yang berhubungan teknologi finansial akan dilaksanakan di Cina dan berbagai negara.

    Lokakarya ini bertujuan untuk menginspirasi para pemimpin dan orang-orang berbakat di bidang teknologi untuk menjadi Agen Perubahan di era digital, serta mendorong penerapan teknologi dan keberlangsungan global.

    “Teknologi memberikan keuntungan terbesar di era digital dengan membawa kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama untuk sistem keuangan yang inklusif,” kata Executive Chairman dan Chief Executive Officer Ant Financial Eric Jing.

    Eric mengatakan orang-orang yang memiliki bakat di bidang teknologi adalah agen perubahan yang dapat menginspirasi berbagai inovasi untuk masa depan yang lebih baik bagi banyak orang. Menurut Eric, ini adalah kesempatan bagi Alipay untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang layanan keuangan untuk memperluas komunitas dan ekosistem teknologi di negara berkembang.

    CEO IFC Philippe Le Houérou mengatakan sistem finansial berbasis digital telah mengubah lanskap finansial, membentuk pasar-pasar baru, memberdayakan konsumen, dan untuk pertama kali membuat kegiatan perbankan dapat dilakukan oleh jutaan orang di dunia yang belum terjangkau sebelumnya.

    "Program ini akan memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dan menciptakan kesempatan-kesempatan baru bagi layanan finansial berbasis digital untuk memperluas akses finansial dan meningkatkan kualitas hidup," kata Philippe.

    Baca berita tentang Jack Ma lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.