PN Jakarta Pusat Tolak Gugatan Asuransi Jiwa Bumi Asih ke OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali (KOMUNIKA)

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya atau PT AJBAJ terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan ini disampaikan dalam sidang putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Wiwik Suhartono dengan dihadiri oleh dua hakim anggota dan kuasa hukum masing-masing penggugat dan tergugat pada Selasa, 16 Oktober 2018.

Baca: OJK Ingin Kantor Akuntan Publik Belajar dari Kasus SNP Finance

"Dalam pokok perkara, menolak gugatan penggugat (PT AJBAJ) untuk seluruhnya dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara," kata Direktur Litigasi dan Bantuan Hukum Departemen Hukum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendra Jaya Sukmana dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Oktober 2018.

Kasus ini berawal dari PT AJBAJ mengajukan gugatan perdata terhadap OJK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagaimana tercantum dalam register perkara nomor 643/PDT.G/2017/PN.JKT.PST tanggal 24 November 2017. OJK digugat karena dinilai melakukan perbuatan melawan hukum karena telah mengajukan pailit terhadap PT AJBAJ pada tanggal 18 Maret 2015 di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena dianggap tak memiliki peraturan pelaksana sebagai payung hukumnya. 

PT AJBAJ dalam gugatannya juga meminta pengadilan menyatakan Surat Pencabutan Izin Usaha Nomor KEP-112/D.05/2013 perusahaan itu tertanggal 18 Oktober 2013 batal demi hukum. Atas kerugian materiil dan immateriil yang diterima, PT AJBAJ juga menggugat OJK membayar ganti rugi total sebesar Rp 5,44 triliun. 

Dalam proses persidangan selanjutnya, OJK telah menyampaikan dalil-dalil jawabannya. OJK menyatakan hal-hal yang telah dilakukannya selaku otoritas pengawas di sektor jasa keuangan, di antaranya mencabut izin usaha dan juga mengajukan pailit terhadap PT AJBAJ adalah telah benar. "Dan sah sesuai tugas dan wewenang OJK berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Hendra.

Sebelum memutuskan perkara itu, majelis hakim menggunakan sejumlah pertimbangan hukum. Pertimbangan hukum tersebut di antaranya adalah wewenang pembinaan dan pengawasan usaha asuransi oleh Menteri Keuangan telah beralih ke OJK. Oleh karena itu OJK berwenang mengajukan kepailitan terhadap PT AJBAJ.

Majelis hakim juga memperhatikan bukti-bukti yang diajukan OJK seperti langkah pembinaan-pembinaan telah dilakukan seperti rapat koordinasi serta pemeriksaan langsung kepada PT AJBAJ untuk memperbaiki rasio solvabilitas (tingkat kesehatan perusahaan). Namun karena sampai tenggat waktu tertentu, PT AJBAJ tidak dapat memperbaiki rasio tersebut, OJK mencabut izin usaha perusahaan itu.

Atas dasar-dasar tersebut, majelis hakim berpendapat tindakan OJK dalam mengajukan kepailitan terhadap PT AJBAJ telah sesuai dengan ketentuan dan tidak dapat disebut perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu majelis hakim memutuskan untuk menolak dalil gugatan PT AJBAJ.

Baca: OJK: Tingkat Literasi Keuangan di Sektor Pasar Modal Masih Rendah

Terkait keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, PT AJBAJ belum menyampaikan tanggapannya apakah menerima atau menolak dengan melakukan upaya hukum banding. Sementara kuasa hukum OJK yang diwakili oleh Hendra Jaya Sukmana, Tri Wanty Octavia dan Isabella Siagian, menyatakan menghargai putusan Majelis Hakim yang memang sudah sepantasnya menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. 

 






Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

2 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa dimulai dari Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


TEMPO Young Entrepreneurship Challenge 2022, CEO Pluang: Belajar Investasi Butuh Perjuangan

11 jam lalu

TEMPO Young Entrepreneurship Challenge 2022, CEO Pluang: Belajar Investasi Butuh Perjuangan

CEO Pluang, Marcelina Claunia Kolonas, menyebut tren investasi di Indonesia kini sudah dilakukan anak-anak muda.


Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

13 jam lalu

Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

14 jam lalu

Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Selasa sore ini antara lain OJK menyatakan hasil penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 175,3 triliun.


OJK Sebut Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 175,3 Triliun: Ada 48 Emiten Baru

19 jam lalu

OJK Sebut Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 175,3 Triliun: Ada 48 Emiten Baru

Hingga 28 September 2022, OJK mencatat jumlah investor pasar modal sebanyak 9,76 juta Single Investor Identification (SID).


OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

1 hari lalu

OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

OJK memastikan perbankan tidak akan serta merta menaikkan suku bunga pinjaman atau simpanannya untuk menjaga likuiditas.


OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 10,62 Persen Agustus 2022, DPK 7,77 Persen

1 hari lalu

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 10,62 Persen Agustus 2022, DPK 7,77 Persen

Kredit perbankan pada bulan Agustus tumbuh sebesar 10,62 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 6.179,5 triliun.


Nilai Pengumpulan Dana di Bursa Tembus Rp 175,34 Triliun

1 hari lalu

Nilai Pengumpulan Dana di Bursa Tembus Rp 175,34 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan mencatat hasil penggalangan dana oleh perusahaan-perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia sangat baik.


Modal Inti Rp 3 Triliun Segera Terpenuhi, Bank Sultra Bersinergi dengan bank bjb

1 hari lalu

Modal Inti Rp 3 Triliun Segera Terpenuhi, Bank Sultra Bersinergi dengan bank bjb

Bank Sultra segera merealisasikan aturan pemenuhan modal inti minimal Rp 3 Triliun bagi setiap perbankan sesuai yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


OJK Monitoring Intensif Pinjol TaniFund karena Kredit Macet Capai 48,27 Persen

1 hari lalu

OJK Monitoring Intensif Pinjol TaniFund karena Kredit Macet Capai 48,27 Persen

OJK sedang melakukan pengawasan ketat terhadap financial technology (fintech) alias pinjaman online (pinjol) berbasis agri di TaniHub yakni TaniFund.