Pesan Djarot Kepada Anies: Jangan Kelamaan 'Jomblo'

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djarot Saiful Hidayat saat berdiskusi di Gedung TEMPO, Jakarta, 5 Januari 2018. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Djarot Saiful Hidayat saat berdiskusi di Gedung TEMPO, Jakarta, 5 Januari 2018. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberikan dua pesan kepada Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan tepat di hari satu tahun kepemimpinan mantan menteri pendidikan itu menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

    Baca berita sebelumnya:
    Wali Kota Bekasi Stop Truk Sampah DKI, Anies: Nanti Saya Cek

    "Pesan saya untuk Pak Anies, selamat bekerja dan jangan lama-lama jomblo," ujar Djarot sambil tertawa saat ditemui di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta pada Rabu malam, 17 Oktober 2018.

    Di tempat yang berbeda pada malam yang sama, bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga berseloroh soal status Anies yang telah lama 'menjomblo' sebagai gubernur tanpa wakil. "I miss you, Bro. Gimana, jomblo enak enggak?" kata Sandiaga disambut tawa, saat keduanya bertemu di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta pada Rabu malam, 17 Oktober 2018.

    Baca:
    Setahun Anies Baswedan, Puluhan Truk Sampah DKI Distop di Bekasi

    Anies memang belum memiliki wakil setelah ditinggal Sandiaga Uno yang mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Agustus lalu. Pembahasan soal wakil gubernur berjalan alot. Sebab, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera sama-sama mengajukan nama.

    Sebelumnya, Partai Gerindra sempat mengajukan beberapa nama. Di antaranya M Taufik dan ponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Sedangakan PKS mengusung Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.